Mitsubishi Xpander dan Xpander Cross Diprediksi Bangkit di 2026, Ini Faktor Pendorongnya

Mitsubishi Xpander dan Xpander Cross Diprediksi Bangkit di 2026, Ini Faktor Pendorongnya

Mitsubishi Xpander dan Xpander Cross Diprediksi Bangkit di 2026, Ini Faktor Pendorongnya-istimewa-dokumen

RASELNEWS.COM - Kehadiran Mitsubishi Destinator memang diakui telah menggerus pasar Mitsubishi Xpander dan Xpander Cross dalam beberapa waktu terakhir. 

Namun demikian, kondisi tersebut diperkirakan tidak akan berlangsung lama. 

Memasuki awal tahun 2026, Mitsubishi Xpander dan Xpander Cross justru diramalkan kembali memasuki masa keemasan atau panen raya di pasar otomotif Indonesia.

Xpander pertama kali meluncur pada 2016/2017 dan hingga kini belum mengalami pembaruan total (all new), melainkan hanya facelift. 

BACA JUGA:Mitsubishi Montero Mini Concept 2026 Resmi Diperkenalkan, SUV Kompak Berjiwa Petualang

Meski demikian, desainnya masih dinilai kompetitif. Bahkan, di kelas Low MPV dan Low SUV, Xpander dan Xpander Cross kerap dianggap sebagai salah satu model dengan tampilan paling menarik dibanding para rivalnya.

Salah satu faktor utama yang diprediksi mendorong kebangkitan Xpander dan Xpander Cross adalah rencana pemerintah untuk merestrukturisasi program insentif kendaraan di Indonesia mulai 2026. 

Insentif ini kabarnya tidak hanya menyasar kendaraan listrik, tetapi juga kendaraan bermesin pembakaran internal (ICE) dan hybrid, dengan syarat tertentu.

BACA JUGA:Mitsubishi Pajero 2026 Resmi Kembali, Usung Ketangguhan Legendaris dengan Sentuhan Modern

Pemerintah disebut ingin mendorong kendaraan dengan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) tinggi serta produksi lokal di Indonesia. 

Dalam skema yang beredar, mobil bermesin pembakaran internal dengan harga di bawah sekitar Rp270 juta dan mobil hybrid dengan harga di bawah kisaran Rp375 juta berpeluang mendapatkan insentif berupa pembebasan atau pengurangan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM).

Saat ini, Mitsubishi Xpander dan Xpander Cross di Indonesia belum tersedia dalam versi hybrid. 

Namun, di Thailand, Mitsubishi telah memasarkan Xpander Hybrid, Xpander Cross Hybrid, serta Xforce Hybrid. 

Jika versi hybrid tersebut masuk ke Indonesia dan dipasarkan dengan harga di bawah ambang batas insentif, peluangnya untuk kembali mendominasi pasar dinilai sangat besar.

BACA JUGA:Mitsubishi Xpander Cross Facelift Resmi Meluncur, Intip Spesifikasi Lengkapnya

Sebaliknya, Mitsubishi Destinator yang dipasarkan dengan harga mulai sekitar Rp395 juta hingga Rp505 juta diperkirakan sulit masuk skema insentif, meskipun dirakit secara lokal dan memiliki TKDN tinggi.

Selain Xpander, Mitsubishi Xforce Hybrid juga disebut-sebut akan masuk Indonesia lebih dulu. 

Menariknya, saat ini harga Xforce konvensional tidak terpaut jauh dari Xpander Cross, bahkan dalam kondisi tertentu bisa lebih murah berkat diskon besar. 

Jika Xforce Hybrid memenuhi syarat insentif, harga jualnya berpotensi semakin kompetitif.

BACA JUGA:Interior dan Eksterior Mitsubishi Xpander Cross Facelift yang Resmi Meluncur

Namun, persaingan di segmen hybrid dipastikan semakin ketat. Toyota dengan lini hybrid-nya, Suzuki melalui XL7 Hybrid dan Fronx Hybrid, hingga kemungkinan hadirnya Toyota Veloz Hybrid produksi lokal, akan menjadi tantangan serius bagi Mitsubishi.

Dengan potensi insentif pemerintah, kehadiran teknologi hybrid, serta reputasi Xpander sebagai Low MPV favorit masyarakat Indonesia, tahun 2026 diprediksi menjadi momentum penting bagi Mitsubishi untuk merebut kembali pangsa pasar. 

Sumber:

Berita Terkait