Inovasi Baru Pemkab Kaur, Dari Sampah Rumah Tangga ke Lingkungan Lebih Sehat
Kabupaten Kaur akan olah sampah rumah tangga-istimewa-dokumen
RASELNEWS.COM - Pemerintah Kabupaten Kaur mulai mengambil langkah strategis untuk menekan penumpukan sampah harian yang selama ini menjadi persoalan lingkungan.
Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan menguji coba penggunaan mesin incinerator di Tempat Penampungan Sementara (TPS) Desa Guru Agung I Kecamatan Kaur Utara.
BACA JUGA:Bengkulu Selatan Kecipratan Dana Rp1,8 Miliar Dari Sektor Perkebunan Kelapa Sawit
Uji coba tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Kaur Gusril Pausi, S.Sos, MAP, Wakil Bupati Abdul Hamid, SPdI, serta sejumlah pejabat terkait.
Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen Pemkab Kaur dalam mencari solusi jangka panjang terhadap meningkatnya volume sampah seiring pertumbuhan penduduk dan aktivitas masyarakat.
BACA JUGA:Zakat Profesi Guru di Kaur Ditekankan pada Keadilan dan Dampak Sosial
Bupati Kaur Gusril Pausi mengatakan, keberadaan mesin incinerator diharapkan mampu mengurangi ketergantungan daerah terhadap tempat pembuangan akhir (TPA), sekaligus meminimalisir penumpukan sampah di lingkungan permukiman.
Menurutnya, jika teknologi ini terbukti efektif, Pemkab Kaur akan mempertimbangkan penerapannya di wilayah lain.
BACA JUGA:Pemkab Seluma Fokus Perkuat Layanan Publik Lewat Penataan Ulang OPD
“Uji coba ini kami lakukan untuk melihat sejauh mana mesin ini mampu menjawab persoalan sampah di Kaur. Jika hasilnya positif, tentu akan kami kembangkan ke kecamatan lain,” ujar Gusril Pausi.
Mesin incinerator yang diuji coba tersebut memiliki kapasitas pengolahan hingga dua ton sampah per hari.
BACA JUGA:Sekda Kaur Tegaskan Honorer R4 Tidak Dirumahkan pada 2026
Sampah yang masuk akan dibakar dengan suhu tinggi sehingga volumenya menyusut secara signifikan dan hanya menyisakan abu.
Cara ini dinilai efektif untuk mengurangi tumpukan sampah yang selama ini menjadi beban pengelolaan pemerintah daerah.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Kaur, Junaidi, ST, menjelaskan bahwa teknologi incinerator dirancang untuk tetap memperhatikan aspek lingkungan.
BACA JUGA:Cuma 1 Jutaan! Ini Dia 5 Mesin Cuci Top Loading Satu Tabung Terbaik, Cocok Anak Kos dan Keluarga Kecil
Asap hasil pembakaran disaring menggunakan sistem filter air sehingga emisi yang keluar dapat ditekan dan tidak mencemari udara sekitar.
“Dengan teknologi ini, volume sampah bisa dikurangi secara signifikan tanpa menimbulkan dampak buruk bagi lingkungan. Ini bisa menjadi solusi alternatif dalam pengelolaan sampah di daerah,” jelas Junaidi.
BACA JUGA:8 Oli Motor Terbaik 2026 Rekomendasi Mudik Lebaran, BBM Jadi Irit Mesin Tambah Bertenaga
Ia menambahkan, uji coba ini juga menjadi langkah awal Pemkab Kaur dalam menerapkan sistem pengelolaan sampah berbasis teknologi.
Selama ini, pengelolaan sampah masih didominasi oleh metode konvensional yang membutuhkan lahan luas dan biaya operasional besar.
BACA JUGA:Yamaha Ego Avantiz versi 2026: Skuter Matik Entry Level yang Sudah Resmi Diperkenalkan, Pesaing Honda BeAT
Pemkab Kaur berharap, dengan adanya inovasi ini, persoalan sampah dapat ditangani lebih cepat dan efektif, sekaligus menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat bagi masyarakat.
Pemerintah daerah juga mengajak masyarakat untuk tetap berperan aktif dalam menjaga kebersihan lingkungan dengan mengelola sampah dari sumbernya.
BACA JUGA:6 Motor Matic Terbaik 2026 untuk Mahasiswa dan Pelajar, BBM Irit, Stylish dan Fitur Canggih
“Teknologi hanyalah alat bantu. Dukungan dan kesadaran masyarakat tetap menjadi kunci utama dalam menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat,” pungkas Junaidi. (**)
Sumber: