Memilih AtapTerbaik untuk Rumah, Ini Jenis Bahan dan Rangka yang Paling Direkomendasikan
Memilih jenis atap yang akan digunakan sangat penting saat membangun rumah-istimewa-dokumen
RASELNEWS.COM - Pemilihan atap menjadi salah satu faktor paling krusial dalam pembangunan rumah maupun bangunan pada tahun 2026.
BACA JUGA:Apakah Tahun Ini Ada Pemutihan Pajak Kendaraan? Simak Penjelasan Samsat Bengkulu Selatan
Kesalahan dalam menentukan jenis atap tidak hanya berdampak pada estetika, tetapi juga kenyamanan, keamanan, hingga usia bangunan itu sendiri.
BACA JUGA:MEWAH TAPI TERJANGKAU! Honda Hadirkan All New Honda Beat VX2 Terbaru 2026, Fitur Canggih dan Bagasi Super Lega
Ada berbagai jenis bahan daun atap yang umum digunakan di Indonesia beserta kelebihan dan kekurangannya.
Salah satu yang masih banyak dipakai adalah genteng tanah liat atau keramik.
BACA JUGA:Akhirnya Hadir! New Yamaha Mio Street EMF Series, Skutik Listrik Bergaya Futuristik dengan Fitur Canggih
Jenis ini dikenal sangat tahan terhadap cuaca, air, dan panas, serta memiliki umur pakai yang panjang.
Namun, pada model lama, risiko kebocoran masih kerap terjadi akibat sistem penguncian yang kurang rapat.
BACA JUGA:Honda Vario 125 CBS ISS dan Vario 125 Street 2026: Serupa Tapi Tak Sama! Ini Perbedaannya
Berbeda dengan genteng keramik pabrikan modern yang kini kualitasnya jauh lebih baik.
Selain itu, atap metal juga menjadi pilihan populer karena harganya yang ekonomis dan pemasangannya yang praktis.
BACA JUGA:8 Rekomendasi Kloset Duduk Nyaman dan Efisien untuk Kamar Mandi, Harga Ramah di Kantong
Bentuknya berupa lembaran panjang yang dapat disesuaikan hingga puluhan meter, sehingga meminimalisir sambungan dan potensi bocor.
Meski demikian, atap metal memiliki kelemahan berupa suara bising saat hujan dan suhu ruangan yang cenderung panas.
BACA JUGA:Skuter Yamaha XMAX 250 Versi 2026 Sudah Bisa Dibeli, Dibekali Fitur Modern dan Desain Makin Tajam
Seiring perkembangan teknologi, produsen kini menghadirkan lapisan cat khusus untuk mengurangi panas dan kebisingan tersebut.
Jenis lainnya adalah atap semen atau fiber semen, termasuk asbes.
BACA JUGA:Honda Vario 125 dan Vario 125 Street 2026 Resmi Meluncur, Warna Biru Jadi Favorit! Perdana PT AHM
Atap ini menawarkan harga yang lebih terjangkau dibanding genteng keramik dengan tampilan rapi dan minimalis.
Kekurangannya, bahan ini masih cukup menyerap panas.
BACA JUGA:Mobil Hyundai yang Populer di Eropa Ini Resmi Meluncur di Asia, Tersedia 7 Seater, Interior Seperti Hotel
Sementara untuk asbes, meski dahulu dianggap berisiko bagi kesehatan, saat ini proses produksinya diklaim sudah lebih aman.
Inovasi terbaru hadir melalui atap UPVC, yang disebut sebagai solusi dari kelemahan atap metal.
BACA JUGA:Presiden Prabowo Alokasikan Dana Inpres Rp186 Miliar untuk Perbaikan Jalan Kota Bengkulu–Tais
Atap berbahan plastik ini tidak berisik, tidak menyerap panas, praktis untuk bidang atap yang luas, serta dilengkapi garansi cukup panjang, berkisar 10 hingga 15 tahun.
Sementara itu, atap bitumen atau aspal (onduline) dikenal sangat tahan terhadap cuaca ekstrem dan banyak digunakan di negara empat musim.
BACA JUGA:Satpol PP Bengkulu Selatan Ciduk Belasan Pelajar yang Bolos Sekolah
Namun di Indonesia, penggunaannya masih terbatas karena harga yang relatif mahal serta persepsi masyarakat yang belum terbiasa dengan bahan aspal sebagai atap.
Tak hanya daun atap, pemilihan rangka atap juga menjadi aspek penting.
BACA JUGA:Pastikan Arah Kiblat Tepat, Kemenag Bengkulu Selatan Siap Layani Kalibrasi Masjid
Rangka kayu yang dahulu menjadi favorit kini mulai ditinggalkan karena kayu berkualitas semakin sulit didapat serta rentan terhadap rayap dan pelapukan.
Baja ringan menjadi pilihan paling populer saat ini karena tahan karat, tahan api, dan memiliki harga terjangkau, meski pemilihan ketebalan material harus disesuaikan dengan beban atap.
BACA JUGA:Smartphone 5G Makin Terjangkau, Ini Rekomendasi di Bawah Rp5 Juta, Kamera Tajam, Fitur Lengkap
Untuk bangunan dengan bentang lebar dan kebutuhan struktur yang lebih kuat, baja berat dinilai paling ideal.
Tukang profesional, Efendi Gozali, menegaskan bahwa investasi pada atap merupakan prioritas utama dalam pembangunan rumah.
BACA JUGA:Skutik Adventure 2026 Kian Sangar: Honda ADV dan Yamaha X-Ride Hadir Lebih Ganteng dengan Fitur Kekinian
“Kalau atap salah pilih, dampaknya jangka panjang. Rumah bisa bocor, panas, dan tidak nyaman. Itu akan sangat mengganggu aktivitas penghuni sehari-hari,” ujarnya.
Sumber: