Yamaha X-Ride: Motor Matic Yang Tak Pernah Jadi Primadona, Tapi Selalu Jadi Andalan

Yamaha X-Ride: Motor Matic Yang Tak Pernah Jadi Primadona, Tapi Selalu Jadi Andalan

Skutik Bergaya Adventure-istimewa-dokumen

RASELNEWS.COM - Di tengah ramainya pasar motor matik di Indonesia, Yamaha X-Ride adalah contoh unik. Ia bukan motor terlaris, bukan pula yang paling sering dipamerkan di iklan atau media sosial. Namun bagi sebagian penggunanya, X-Ride justru menjadi kendaraan penuh cerita, andal, nyaman, dan sulit dilupakan.

Diluncurkan sebagai skutik bergaya adventure, Yamaha X-Ride sejak awal memang menyasar ceruk pasar yang tidak terlalu besar. Pengendara muda yang ingin tampil berbeda, tetap santai, tapi siap menghadapi kondisi jalan yang beragam.

Pada periode 2017–2019, pilihan motor trail-matic terjangkau bisa dibilang sangat terbatas. X-Ride pun hadir sebagai opsi paling rasional di kelasnya.

BACA JUGA:Simulasi Kredit Mobil Bekas Daihatsu Ayla Matic Per Januari 2026! Rincian Cicilan, DP dan Tenor

Tangguh di Jalan Sulit, Nyaman untuk Perjalanan Jauh

Salah satu kekuatan utama Yamaha X-Ride terletak pada ergonomi dan kemampuannya melibas medan tak bersahabat.

Dengan ban 14 inci—80/80 di depan dan 100/70 di belakang serta suspensi yang relatif tinggi dan empuk, motor ini cukup percaya diri saat diajak melintasi jalan rusak, genangan air, hingga banjir ringan.

BACA JUGA:Yamaha Rilis Motor Matic Baru 125 CC Bodi Mungil Harga Rp17 Juta, Sekilas Mirip Grand Filano Hybrid

Pada kondisi ekstrem seperti ruas Sayung–Genuk yang kerap terendam banjir, X-Ride terbukti masih mampu berjalan stabil. Air setinggi betis bukan halangan berarti.

Stang yang lebar memberi kontrol lebih baik, terutama saat harus menghadapi gelombang air akibat kendaraan besar yang melintas.

BACA JUGA:Alasan Honda Supra X Tetap Laris Manis, Mesinnya Halus, BBM Irit, Jadi Penantang Dominasi Matic

Saat kondisi jalan kembali normal, karakter mesinnya terasa konsisten. Tenaga memang tidak agresif, namun mengisi dengan stabil.

Untuk tanjakan, termasuk rute menanjak seperti kawasan Gunungpati, performanya masih dapat diandalkan. Satu catatan kecil ada pada tarikan awal yang terasa agak berat, namun setelah motor bergerak, performanya kembali nyaman.

BACA JUGA:Honda Revo Matic Dirumorkan Hadir, Tampil Lebih Sporty dan Modern

Jok Nyaman, Nilai Plus untuk Pembonceng

Aspek kenyamanan menjadi poin penting Yamaha X-Ride, terutama bagi pembonceng. Joknya empuk, bentuknya proporsional, dan tidak licin. Posisi duduk terasa stabil, footstep pas di kaki, serta tidak membuat pembonceng cepat lelah atau pegal setelah perjalanan jauh.

Suspensi belakang monoshock juga bekerja baik, bahkan saat motor digunakan berboncengan. Di kelas skutik entry-level, kenyamanan monoshock X-Ride termasuk salah satu yang terbaik, terutama untuk penggunaan harian dengan beban ganda.

BACA JUGA:Suzuki Smash Matic Terbaru Siap Ramaikan Pasar Skutik Tanah Air, Desain Sporty dan Harga Bersahabat

Generasi Terbaru: Minim Perubahan, Fokus Fungsional

Masuk ke generasi terbaru, Yamaha X-Ride tidak mengalami perubahan besar. Desain dasarnya tetap dipertahankan, dengan penyegaran terbatas pada warna dan grafis. Meski sempat menimbulkan rasa penasaran akan inovasi baru, pendekatan ini justru menunjukkan konsistensi Yamaha dalam menjaga karakter X-Ride sebagai motor fungsional.

Stang tetap lebar, posisi duduk masih nyaman, dan postur motor tetap ramah untuk perjalanan jauh. X-Ride tidak mencoba menjadi sesuatu yang bukan dirinya—ia tetap skutik petualang yang praktis, simpel, dan mudah dikendalikan.

BACA JUGA:Daftar Harga Motor Matic 2026, Mulai Rp 15 Jutaan Cek TVS Dazz, Honda Scoopy, Yamaha Mio dan Suzuki Nex II

Perawatan Mudah dan Biaya Terjangkau

Dari sisi perawatan, Yamaha X-Ride termasuk motor yang bersahabat. Menggunakan mesin 125 cc Blue Core, satu silinder SOHC berpendingin udara, konstruksinya sederhana dan minim komponen rumit. Tanpa radiator dan dengan sistem injeksi yang stabil, risiko perawatan berat relatif kecil.

Cukup melakukan penggantian oli secara rutin setiap 2.000–3.000 km, membersihkan filter udara, serta menjaga kondisi CVT dan tekanan ban. Kapasitas oli yang hanya sekitar 0,8 liter membuat biaya servis tetap terjangkau. Kehadiran kick starter juga menjadi nilai tambah saat aki mulai melemah.

BACA JUGA:Motor Murah 2026, Matic Kalcer Lebih Murah dari Scoopy, Ini Update Terbaru Harga Motor Honda Genio

Bukan yang Paling Populer, Tapi Sulit Tergantikan

Yamaha X-Ride mungkin tidak pernah menjadi primadona penjualan. Namun bagi mereka yang pernah mengandalkannya, motor ini meninggalkan kesan mendalam. Ia bukan sekadar alat transportasi, melainkan partner perjalanan, siap diajak ke mana saja, dalam kondisi apa pun.

Waktu boleh berganti, tren motor bisa berubah, bahkan cerita personal penggunanya bisa berakhir. Namun satu hal yang kerap bertahan adalah kenangan. Dan bagi banyak orang, Yamaha X-Ride tetap menjadi motor yang menang telak soal rasa, kenyamanan, dan cerita di balik setangnya. (*)

Sumber: dikutip dari berbagai sumber

Berita Terkait