Gila! SUV Listrik Rp120 Jutaan Ini Bikin LCGC Terancam

Gila! SUV Listrik Rp120 Jutaan Ini Bikin LCGC Terancam

Gila! SUV Listrik Rp120 Jutaan Ini Bikin LCGC Terancam-istimewa-dokumen

RASELNEWS.COM – Harga SUV listrik di kisaran Rp120 jutaan tentu terdengar tidak masuk akal. Apalagi saat ini banyak mobil LCGC sudah berada di rentang Rp150–170 jutaan. Kondisi ini menunjukkan betapa ketatnya persaingan industri otomotif global, khususnya di segmen kendaraan listrik murah.

Salah satu model yang tengah ramai dibicarakan adalah SUV listrik terbaru dari Tata Motors. mobil ini dipasarkan di India dengan harga yang sangat agresif, bahkan disebut sebagai salah satu SUV listrik termurah saat ini. Lalu, apakah mobil ini sekadar murah atau benar-benar menawarkan teknologi modern?

BACA JUGA:Mobil Listrik Rp 200 Jutaan Guncang Pasar, Penjualan LCGC Merosot 30 Persen di 2025

Brand Besar di Balik Harga Murah

Tata Motors bukan pemain kecil di industri otomotif. Perusahaan ini merupakan salah satu produsen mobil terbesar di India dan telah menjadi pemain utama di pasar domestik selama puluhan tahun. Secara global, reputasi Tata semakin kuat setelah mengakuisisi Jaguar Land Rover dari Ford Motor Company pada 2008. Artinya, di balik label mobil murah, ada pengalaman panjang di industri otomotif global.

Di Indonesia, nama Tata lebih dikenal lewat kendaraan niaga seperti pickup dan truk. Namun dalam beberapa tahun terakhir, mereka mulai mencuri perhatian lewat lini mobil listrik terjangkau yang agresif.

BACA JUGA:Paling Murah, Ini Daftar Mobil Listrik yang Cocok Buat Harian, Salah Satunya BYD Atto 1 Dynamic

Standar Keselamatan Tinggi

Meski murah, SUV listrik ini tidak bisa dianggap remeh. Mobil ini berhasil meraih rating bintang lima dalam uji keselamatan di India. Fitur keselamatannya tergolong lengkap untuk kelas harga entry-level.

Beberapa fitur yang disematkan antara lain enam airbag, electronic stability control (ESC), serta ISOFIX untuk kursi anak. Struktur bodinya juga diklaim tetap stabil saat uji tabrak, menjaga integritas kabin agar tidak mudah terdeformasi saat benturan.

Pada varian lebih tinggi, tersedia fitur tambahan seperti kamera 360 derajat, blind spot monitoring, serta rem cakram di keempat roda untuk meningkatkan keamanan berkendara.

BACA JUGA:Mobil Listrik Pertama Suzuki Siap Masuk Indonesia, Sekali Cas Tembus 500 Km?

Desain Modern dan Minimalis

Secara tampilan, SUV listrik ini mengusung desain modern dengan karakter tegas. Bagian depan tampil minimalis dengan grille tertutup khas mobil listrik. Aksen skid plate berwarna silver di bagian bawah menegaskan identitas SUV tanpa terlihat berlebihan.

Dari samping, velg aero alloy 16 inci dirancang untuk efisiensi aerodinamika. Salah satu detail unik adalah gagang pintu belakang yang tersembunyi di pilar C, menciptakan ilusi desain dua pintu yang sporty.

Di bagian belakang, lampu LED horizontal memberi kesan lebar dan modern. Spoiler hitam mengilap di atas kaca belakang menambah aura sporty, sementara bumper dengan aksen skid plate memperkuat karakter SUV kompak.

BACA JUGA:Persaingan Mobil Listrik Makin Panas! Changan Resmi Masuk Indonesia, Lumin dan Deepal S07 Jadi Andalan

Interior Modern dan Fitur Melimpah

Masuk ke kabin, kesan mobil murah langsung hilang. Dashboard didominasi layar sentuh 10,25 inci yang sudah mendukung wireless Android Auto. Di depan pengemudi, tersedia panel instrumen digital berukuran sama yang mampu menampilkan navigasi secara penuh.

Fitur kenyamanan juga cukup mengejutkan, seperti ventilated seat di bagian depan—fitur yang jarang ditemui di mobil murah. Beberapa varian bahkan dilengkapi sunroof elektrik untuk menambah kesan premium.

Sistem voice command juga menjadi daya tarik. Mobil ini mendukung asisten suara yang terintegrasi dengan Alexa dan Google Assistant, memungkinkan pengaturan AC, navigasi, audio, hingga panggilan telepon melalui perintah suara.

BACA JUGA:Toyota Luncurkan Dua Mobil Listrik Sekaligus, Urban Cruiser EV dan bZ4X Lokal Jadi Sorotan

Performa dan Jarak Tempuh

Tata menyediakan dua pilihan baterai. Varian standar menggunakan baterai 25 kWh dengan tenaga 82 PS dan torsi 114 Nm. Akselerasi 0–100 km/jam berada di kisaran 13,5 detik, cukup untuk penggunaan harian di perkotaan.

Sementara varian long range dibekali baterai 35 kWh dengan tenaga 122 PS dan torsi 190 Nm. Akselerasi 0–100 km/jam bisa ditempuh sekitar 9,5 detik, memberikan performa yang lebih responsif.

Untuk jarak tempuh, varian standar mampu menjangkau hingga 315 km dalam sekali pengisian, sedangkan versi long range diklaim tembus 468 km. Angka ini sangat kompetitif di kelas SUV listrik terjangkau.

Sebagai SUV kompak, mobil ini juga memiliki ground clearance sekitar 190 mm dan mampu menanjak hingga kemiringan 24 derajat, cukup aman untuk kondisi jalan yang kurang ideal.

BACA JUGA:Daftar Mobil Baru Yang Diprediksi Rilis di Indonesia 2026, Dari Mobil Listrik hingga Hybrid!

Harga Super Agresif

SUV listrik ini resmi meluncur di India pada Februari 2026 dengan dua skema pembelian. Pertama, skema battery subscription yang membuat harga awal mobil hanya sekitar Rp120 jutaan, dengan biaya sewa baterai per kilometer.

Kedua, skema pembelian penuh. Varian dasar dibanderol sekitar Rp180 jutaan, sementara varian tertinggi menyentuh kisaran Rp230 jutaan. Bahkan di harga tersebut, mobil ini masih tergolong kompetitif di kelasnya.

BACA JUGA:Mobil Listrik Volvo EX60 Jangkauan Terjauh di Dunia dan Pengisian Daya Tercepat, Penantang Tesla Model Y

Potensi Masuk Indonesia

Untuk saat ini, model ini memang belum resmi dijual di Indonesia. Tata Motors Indonesia masih fokus pada kendaraan niaga. Namun dengan harga global yang sangat agresif, wajar jika mobil ini mulai diperbincangkan sebagai calon penantang serius di segmen EV murah.

Jika masuk ke Tanah Air, posisinya berpotensi bersaing dengan model seperti Wuling Motors Air ev dan Neta V-II.

Menariknya, Tata juga menawarkan garansi baterai seumur hidup di pasar India. Ini menjadi langkah berani karena kekhawatiran terbesar calon pembeli mobil listrik biasanya soal umur baterai. Jika strategi ini dibawa ke Indonesia tanpa lonjakan harga signifikan, peta persaingan EV murah bisa berubah drastis.

BACA JUGA:Mobil Listrik Seharga Avanza, bZ3 Smart Home Edition Kolaborasi Toyota dan FAW Group

Dengan kombinasi harga agresif, fitur melimpah, dan teknologi modern, SUV listrik murah ini berpotensi menjadi game changer di pasar kendaraan listrik global. Kini tinggal menunggu, apakah mobil ini benar-benar akan masuk Indonesia dan mengguncang segmen mobil murah di Tanah Air. (*)

Sumber:

Berita Terkait