4 Ribu Keluarga di Bengkulu Selatan Beresiko Stunting, Pemda Yakin Terus Menurun

4 Ribu Keluarga di Bengkulu Selatan Beresiko Stunting, Pemda Yakin Terus Menurun

Kepala Dinas PPKB-P3A Bengkulu Selatan, Ferry Kusnadi, SE-Wawan Suryadi-Radar Selatan

RASELNEWS.COM - Upaya penanganan stunting di Kabupaten Bengkulu Selatan terus dilakukan. Berdasarkan data tahun 2025, jumlah keluarga berisiko stunting tercatat sebanyak 4.216 keluarga, menurun dibandingkan tahun 2024 yang mencapai 4.473 keluarga.

BACA JUGA:Sekda Bengkulu Selatan Terima Audiensi BGN dan Kementerian PUPR

Penurunan ini menjadi indikasi bahwa berbagai program intervensi yang dijalankan pemerintah daerah mulai memberikan dampak nyata. Salah satu program yang dinilai berkontribusi besar adalah Gerakan Orang Tua Asuh Anak Stunting (Genting) yang kini menjadi harapan baru dalam menekan angka stunting.

BACA JUGA:200 Unit RTLH di Seluma Terima BSPS

Secara keseluruhan, jumlah keluarga di Bengkulu Selatan pada tahun 2025 tercatat sebanyak 50.491 keluarga. 

Dari jumlah tersebut, sebanyak 27.445 keluarga masuk dalam kategori sasaran program penanganan stunting. Sementara itu, 33.229 keluarga tercatat tidak berisiko, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.

BACA JUGA:8 Tips Merawat Kaki-Kaki Mobil Agar Awet dan Nyaman Dikendarai

Jika dibandingkan data tahun 2024, total keluarga saat itu sebanyak 50.325 keluarga dengan 29.097 keluarga sasaran. Dari jumlah tersebut, 24.334 keluarga tidak berisiko dan 4.473 keluarga masih masuk kategori berisiko stunting.

BACA JUGA:Pemkab Kaur Siapkan Revitalisasi BBI Nasal untuk Dorong Kebangkitan Sektor Perikanan

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKB-P3A) Bengkulu Selatan, Ferry Kusnadi, SE, menyampaikan bahwa capaian ini tidak terlepas dari peran aktif berbagai pihak dalam menjalankan program pencegahan stunting.

BACA JUGA:7 HP Samsung dengan Fitur Bypass Charging, Solusi Main Game Tanpa Overheat di 2026

“Program Genting menjadi salah satu strategi utama dalam menekan angka keluarga berisiko stunting. Melalui pendekatan ini, melibatkan berbagai elemen untuk memberikan pendampingan kepada keluarga,” ujar Ferry.

BACA JUGA:Panduan Lengkap Memilih Hewan Kurban Sesuai Syariat dan Standar Kesehatan

Ia menjelaskan, program Genting tidak hanya berfokus pada bantuan materi, tetapi juga mencakup edukasi gizi, pola asuh anak, serta peningkatan kesadaran masyarakat pentingnya kesehatan ibu dan anak.

Sumber: dinas ppkb-p3a bengkulu selatan

Berita Terkait