Akses Jalan ke Transmigrasi Tanjung Aur II Memprihatinkan, Guru dan Warga Menjerit
Kondisi jalan menuju transmigrasi Desa Tanjung Aur II rusak hingga sulit dilintasi-Gio-Radar Selatan
RASELNEWS.COM - Kondisi jalan menuju kawasan transmigrasi Tanjung Aur Desa Tanjung Aur II Kecamatan Pino Raya Kabupaten Bengkulu Selatan sangat memprihatinkan.
Jalan sepanjang kurang lebih 3 kilometer itu mengalami kerusakan parah dan sulit dilalui, terutama saat musim hujan.
BACA JUGA:Rumah Sakit Terlilit Utang, Dodi Martian : Harus Ada Perbaikan Menyeluruh
Warga berharap pemerintah segera turun tangan melakukan pembangunan, mengingat jalan tersebut merupakan akses utama masyarakat untuk beraktivitas sehari-hari, termasuk menuju lahan pertanian dan fasilitas pendidikan.

Salah satu titik jalan yang rusak --
Agus Sulistyo, warga setempat, mengatakan kerusakan jalan sudah berlangsung cukup lama. Terakhir kali jalan tersebut mendapat pembangunan pada tahun 2019 lalu dalam bentuk pengerasan jalan. Namun hingga kini belum ada peningkatan maupun perbaikan lanjutan.
BACA JUGA:Hari Ini Sejumlah Wilayah di Bengkulu Selatan Mati Lampu, Ini Kata PLN
“Kalau hujan sangat susah dilewati. Jalan licin dan berlumpur. Padahal ini akses utama masyarakat di transmigrasi,” kata Agus.
Ia menjelaskan, di kawasan transmigrasi tersebut terdapat sekitar 75 kepala keluarga yang menggantungkan aktivitas ekonomi dan kehidupan sehari-hari melalui akses jalan itu.
BACA JUGA:Jangan Tunggu Ada Korban, DPRD Bengkulu Selatan Minta Fogging Rutin Cegah DBD
Selain menjadi jalur keluar masuk warga, jalan tersebut juga menjadi akses penting bagi hasil pertanian masyarakat.

Murid SD melintasi jalan yang berlumpur--
Tak hanya itu, kondisi jalan yang rusak juga berdampak pada dunia pendidikan. Di kawasan tersebut terdapat sekolah yang tenaga pengajarnya sebagian besar berasal dari luar desa.
BACA JUGA:Bid Propam Polda Bengkulu Perketat Disiplin Personel, Polres Kaur Jadi Sorotan Supervisi
Sumber: warga


