Bengkulu Selatan Bentuk Posko PMK, Daerah Kaur Malah Dibongkar

Selasa 28-06-2022,18:20 WIB
Reporter : admin53radarselatan
Editor : admin53radarselatan

RASELNEWS.COM, BENGKULU SELATAN - Merebaknya penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan ternak sapi maupun kerbau membuat Pemerintah Daerah Bengkulu Selatan Provinsi Bengkulu mendirikan posko darurat di daerah perbatasan dengan kabupaten tetangga.

Dengan posko tersebut, diharapkan dapat memantau lalu lintas hewan ternak yang keluar masuk ke BS.

Terutama menjelang Idul Adha, kebutuhan akan hewan ternak diprediksi akan membuat lalu lintas hewan ternak akan semakin tinggi. Petugas posko diharapkan memeriksa dan memastikan tidak ada hewan ternak yang tertular PMK, masuk ke BS.

BACA JUGA:Mahasiswa Pamit ke Toilet, Ternyata Melahirkan

Dinas Pertanian (Distan) BS bekerja sama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) BS juga membentuk Gugus Tugas Penanggulangan PMK. Rencananya posko akan didirikan di tiga titik perbatasan. Yakni posko perbatasan BS-Kaur, perbatasan BS-Sumatera Selatan dan perbatasan BS-Seluma.

Bupati BS Gusnan Mulyadi mengatakan maraknya PMK membuat pemerintah wajib memantau dan membatasi lalu lintas ternak yang masuk ke BS. “Saat ini kasus PMK pada ternak sedang merebak, perlu kewaspadaan bersama,” tegas Gusnan.

Terpisah, Sekretaris Distan BS Binagransya, SP, MM menyebut pendirian posko tanggap darurat PMK akan memastikan tidak ada hewan ternak tertular PMK yang masuk. “Posko dididirkan di Desa Suka Jaya Kecamatan Kedurang Ilir. Nanti juga akan dibuat posko di Jembatan Kuala Pino Desa Tanggo Raso dan di Simpang Pino Kecamatan Ulu Manna,” ungkapnya.

BACA JUGA:Beli Solar Subsidi “Wajib” Miliki HP Android

Data Distan BS, PMK sudah ditemukan di Kecamatan Pino Raya dan ditetapkan sebagai zona merah PMK. "Kami juga mengimbau seluruh peternak disiplin melaporkan perkembangan kondisi peliharaannya. Jika ada tanda-tanda terjangkit, segera melapor ke kami," ujar Binagransyah.

Ditutup

Sementara itu, ketika BS membuka posko darurat PMK, Pemkab Kaur malah menutup posko cek poin hewan ternak di Kecamatan Nasal. Hal itu dilakukan lantaran terbatasnya anggaran yang tersedia.

"Iya terpaksa kami tutup karena anggaran tak ada lagi. Tak ada pilihan lain," kata Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Kaur drh. Rakhmat Fajar kepada Rasel, kemarin (27/6).

Penutupan posko cek poin dilakukan sejak beberapa hari terakhir. Dia mengaku akan membuka kembali posko pemantauan keluar masuk hewan ternak melalui jalan lintas barat. Posko di pintu masuk Bengkulu itu mendapat dukungan dana dari Provinsi Bengkulu.

BACA JUGA:Bengkulu Selatan Raih 2 Emas dan 3 Perunggu

"Iya kita butuh suport dana, apalagi ini pintu masuk jalan lintas sehingga sangat rawan hewan yang terjangkit penyakit mulut dan kuku masuk lewat jalur ini jika tidak diawasi dengan teliti," ujar Rakhmat. (one/jul)

Kategori :