RASELNEWS.COM - Yamaha kembali menunjukkan komitmennya terhadap segmen motor klasik melalui kehadiran Yamaha SR400 Final Edition, sebuah model legendaris yang hingga kini masih diproduksi dan dipasarkan di sejumlah negara, termasuk Thailand.
Motor ini mempertahankan desain serta karakter mekanis yang nyaris tidak berubah sejak era awal kemunculannya.
BACA JUGA:Yamaha X-Ride 125 2026 Bikin Galau, Stang Naked, Warna Sangat Berkarakter, Harga Lebih Murah Honda BeAT
Secara tampilan, Yamaha SR400 Final Edition hadir dengan gaya retro murni. Hampir seluruh bagian motor dibalut finishing chrome tebal, mulai dari spakbor depan dan belakang, lampu-lampu, spion, setang, hingga detail bodi samping.
Kesan klasik semakin kuat dengan penggunaan lampu depan dan lampu sein bulat, serta panel instrumen full analog yang mengingatkan pada motor-motor era 1970-an.
BACA JUGA:QJMotor SRK 450 RR Sudah Mengaspal di Negara Tetangga, Fitur Lengkap, Cocok untuk Segmen Sportbike Menengah
Tulisan SR Final Edition†tersemat pada panel meter, sementara logo garputala Yamaha tampil sederhana namun ikonik.
Speedometer analog dibatasi hingga 9.000 rpm, dengan redline di sekitar 7.000 rpm. Tidak terdapat indikator bahan bakar digital, melainkan hanya lampu peringatan bensin, menegaskan pendekatan old school yang diusung motor ini.
BACA JUGA:Skutik Adventure 2026 Kian Sangar: Honda ADV dan Yamaha X-Ride Hadir Lebih Ganteng dengan Fitur Kekinian
Dari sisi teknis, Yamaha SR400 mengusung mesin 399 cc satu silinder, berpendingin udara, berteknologi injeksi bahan bakar.
Mesin tersebut menghasilkan tenaga sekitar 24 hp dan torsi 27,4 Nm. Meski kapasitasnya cukup besar, motor ini tetap mempertahankan kick starter tanpa electric starter, sebuah ciri khas SR series sejak awal.
Untuk mempermudah proses menghidupkan mesin, Yamaha membekali SR400 dengan tuas dekompresi manual.
BACA JUGA:5 Rekomendasi Motor Bebek 150 cc Terbaik, dari Supra hingga Sonic
Fitur ini berfungsi meringankan tekanan silinder saat kick starter diinjak, sehingga mesin lebih mudah dinyalakan. Sistem ini kini sudah jarang ditemukan pada motor modern dan menjadi daya tarik tersendiri bagi penggemar motor klasik.
Menariknya, sistem pelumasan SR400 menggunakan dry sump, di mana oli mesin disimpan di dalam tangki terpisah, bukan di bak mesin.
Desain ini membuat mesin terlihat bersih dan ringkas, sekaligus menjadi ciri teknis khas motor klasik Jepang.
BACA JUGA:Mio Disiapkan Bangkit, All New Yamaha Mio 2026 Dikabarkan Berubah Total dari Mesin hingga Desain
Pada sektor rangka, Yamaha SR400 menggunakan semi double cradle frame berbahan baja, dipadukan dengan roda jari-jari ring 18 inci dan ban berprofil klasik.
Rem depan sudah menggunakan cakram dengan kaliper dua piston, sementara rem belakang masih mengandalkan tromol, konsisten dengan konsep retro autentik.
BACA JUGA:Mio Disiapkan Bangkit, All New Yamaha Mio 2026 Dikabarkan Berubah Total dari Mesin hingga Desain
Seluruh detail, termasuk swing arm berukuran kecil, suspensi ganda belakang dengan adjuster, hingga penutup rantai berbahan chrome, menunjukkan perhatian Yamaha terhadap keaslian desain.
Bahkan banyak komponen bertuliskan "Made in Japan", menegaskan kualitas manufaktur model ini.
Di pasar Thailand, Yamaha SR400 Final Edition dibanderol di kisaran 500 ribu baht. Meski secara spesifikasi tidak mengejar performa tinggi, motor ini menawarkan nilai emosional, kualitas finishing, serta pengalaman berkendara yang sangat berbeda dibanding motor modern.