Waspada Gempa Megathrust, Ini Daftar 14 Zona Rawan, Cek Info Gempa Dangkal di Bekasi dan Pacitan

Selasa 27-01-2026,09:45 WIB
Reporter : Aman Santoso
Editor : Aman Santoso

1. Menempatkan sensor-sensor sistem peringatan dini tsunami InaTEWS menghadap ke zona-zona megathrust.

"InaTEWS itu sengaja dipasang untuk menghadap ke arah megathrust. Aslinya tuh di BMKG hadir untuk menghadapi, memitigasi megathrust," jelasnya.

2. Edukasi terhadap masyarakat lokal dan internasional. Salah satu bentuk nyatanya adalah mendampingi pemerintah daerah (pemda) untuk menyiapkan berbagai infrastruktur mitigasi, seperti jalur evakuasi, sistem peringatan dini, hingga shelter tsunami.

BACA JUGA:Dana Desa Bengkulu Selatan 2026 Turun Jadi Rp93,2 Miliar, Pembangunan Desa Terancam Melambat

Selain itu, BMKG juga berkolaborasi dengan Indian Ocean Tsunami Information Center. Komunitas ini bertujuan buat mengedukasi 25 negara di Samudra Hindia dalam menghadapi gempa dan tsunami.

"Kami edukasi publik bagaimana menyiapkan masyarakat dan pemda sebelum terjadi gempa dengan kekuatan tinggi yang menyebabkan tsunami," kata dia.

3. BMKG senantiasa mengecek secara berkala sistem peringatan dini yang sudah dihibahkan ke pemda.

"Sirine [peringatan tsunami] harusnya tanggung jawab pemerintah daerah, hibah dari BNPB, hibah dari BMKG, tapi pemeliharaan dari pemerintah daerah, kan otonomi daerah. Ternyata sirine selalu kita tes tanggal 26 [tiap bulan], kebanyakan bunyi tapi yang macet ada," bongkarnya.

4. BMKG berupaya terus menyebarluaskan peringatan dini bencana. Menurut Dwi, jika masyarakat harus siap, berarti harus ada penyebarluasan informasi.

BACA JUGA:Pemda Bengkulu Selatan Bongkar Warung Remang-remang, Diberi Tenggat 3x24 Jam

Gempa Dangkal di Bekasi

Sementara itu, analisis Tektonik dan Sumber Gempa Kepala BBMKG Wilayah II, Hartanto, memberikan penjelasan teknis mengenai fenomena ini. Berdasarkan analisis lokasi episenter (titik pusat gempa di permukaan bumi) dan kedalaman hiposenternya, gempa ini diklasifikasikan sebagai gempa bumi dangkal. Penyebab utamanya adalah aktivitas sesar aktif yang berada di kawasan tersebut.

Titik pusat gempa terdeteksi berada pada koordinat 6,38 Lintang Selatan dan 107,17 Bujur Timur. Lokasi persisnya berada di darat, hanya berjarak sekitar 2 kilometer arah Selatan dari Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

Yang membuat getaran ini cukup terasa adalah kedalamannya yang sangat dangkal, yakni hanya 7 kilometer di bawah permukaan tanah. Dalam ilmu seismologi, gempa yang sangat dangkal seperti ini cenderung dirasakan lebih kuat oleh penduduk di sekitar episenter meskipun magnitudonya tidak terlalu besar, yaitu M2,7.

BACA JUGA:BREAKING NEWS: 5 Warga Bengkulu Selatan Ditembak, Pelaku Diduga Karyawan PT ABS

Identifikasi Sesar Spesifik Melengkapi analisis tersebut, Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono, mengungkapkan detail lebih spesifik mengenai pemicu geologis gempa ini. Ia menyebutkan bahwa pergerakan tanah tersebut disebabkan oleh aktivitas sesar West Java Back Arc Thrust.

Secara lebih presisi, segmen yang bergerak adalah Citarum Front Segment. Identifikasi ini penting untuk pemetaan potensi kerawanan bencana di wilayah Jawa Barat bagian utara ke depannya.

Kategori :