RASELNEWS.COM, BENGKULU - Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu, Herwan Antoni, memastikan pelayanan pasien hemodialisis atau cuci darah kembali berjalan normal setelah sempat tertunda akibat habisnya stok bahan medis habis pakai (BMHP).
Hal itu dikatakan Sekda seusai melakukan sidak di RSUD M Yunus Bengkulu, Kamis (16/5).
BACA JUGA:Pemprov Percepat Penyelesaian Konflik Agraria
"Kami sudah melihat langsung dan menerima keluhan dari masyarakat. Kami mewakili Gubernur menyampaikan permohonan maaf atas kendala ini,” ujar Herwan.
Herwan menegaskan, Pemerintah Provinsi Bengkulu berkomitmen agar pelayanan kesehatan di RSUD dr. M. Yunus kembali normal dan seluruh pasien yang sempat tertunda dapat terlayani hingga tuntas. Petugas juga diminta siaga untuk memberikan pelayanan hingga seluruh pasien terlayani.
BACA JUGA:Lirik Potensi BBI, Wabup Kaur Lakukan Sidak
"Kita meminta seluruh petugas bersiaga memberikan pelayanan meskipun sampai malam hari," kata Herwan.
Herwan juga mendorong optimalisasi layanan hemodialisis di rumah sakit daerah kabupaten/kota. Langkah ini dinilai penting agar pasien dari daerah tidak perlu datang ke Kota Bengkulu untuk menjalani cuci darah.
BACA JUGA:Aprilia X 250TH: Superbike Edisi Terbatas Seharga 150.000 USD
Sementara itu, Direktur RSUD dr. M. Yunus, Hery Kurniawan, mengatakan bahwa setelah BMHP tiba langsung disiapkan untuk pelayanan.
"Pasien yang tertunda pada 15 April akan dibuatkan shift tambahan dan dilayani hingga selesai," kata Hery.
BACA JUGA:Kastilon Resmi Dilantik Sebagai Kepala Dinas Dukcapil Bengkulu Selatan
Hery mengatakan bahwa pihak rumah sakit terus berupaya melakukan perbaikan layanan serta memastikan ketersediaan BMHP agar kejadian serupa tidak terulang.
"Kami mohon maaf apabila masih terdapat kekurangan. Evaluasi akan terus dilakukan agar kendala serupa tidak terjadi kembali," demikian Hery. (cia)