Tiga Kandidat Sapi Kurban Presiden Prabowo di Seluma, Terberat Capai 977 Kilogram

Rabu 22-04-2026,17:34 WIB
Reporter : Fauzan
Editor : Aman Santoso

RASELNEWS.COM, TAIS – Pemerintah Kabupaten Seluma menyiapkan tiga ekor sapi sebagai kandidat hewan kurban Presiden Prabowo Subianto pada Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah. Ketiga sapi tersebut saat ini masih menjalani proses seleksi, terutama dari aspek kesehatan dan bobot.

Melalui Dinas Pertanian Seluma, pemerintah daerah bersama Balai Veteriner Lampung telah melakukan pemeriksaan langsung terhadap kondisi fisik hewan. Hasil uji kesehatan laboratorium dijadwalkan segera keluar dalam waktu dekat.

BACA JUGA:BREAKINGNEWS: Tiga Karyawan PTPN VII Seluma Disambar Petir, Satu Meninggal Dunia

Kepala Dinas Pertanian Seluma, Arian Sosial, didampingi Kepala Bidang Peternakan Yoan Tanamal, menjelaskan bahwa ketiga sapi kandidat berasal dari peternak berbeda. Sapi pertama merupakan milik Asep, warga Kelurahan Sidomulyo, berjenis Simmental dengan bobot mencapai 977 kilogram.

Kandidat kedua adalah sapi milik Ngatijo, warga Kelurahan Padang Rambun, juga berjenis Simmental dengan berat 890,5 kilogram. Sementara itu, sapi ketiga milik Cucuk Wibowo, warga Desa Riak Siabun, Kecamatan Sukaraja, memiliki bobot 874 kilogram dengan jenis yang sama.

BACA JUGA:Jumlah CJH Seluma Berkurang, Lansia 83 Tahun Wafat Jelang Keberangkatan ke Tanah Suci

“Permintaan seleksi sapi kurban ini berasal dari Sekretariat Negara melalui Pemerintah Provinsi Bengkulu. Kami telah turun langsung ke lapangan bersama Balai Veteriner Lampung untuk melakukan pemeriksaan menyeluruh,” ujar Yoan Tanamal.

Ia menambahkan, secara fisik, umur, dan bobot, ketiga sapi tersebut telah memenuhi syarat syariat untuk dijadikan hewan kurban. Namun, penetapan akhir tetap bergantung pada hasil pemeriksaan kesehatan.

BACA JUGA:Kapolres Seluma Pimpin Sertijab, Tekankan Peningkatan Kinerja Kepolisian

“Penentuan sapi kurban Presiden akan didasarkan pada kondisi kesehatan terbaik, disertai bobot yang memenuhi kriteria. Faktor kesehatan menjadi prioritas utama,” jelasnya.

Pemeriksaan lanjutan saat ini masih berlangsung di laboratorium Balai Veteriner Lampung guna memastikan seluruh kandidat dalam kondisi optimal sebelum diputuskan sebagai hewan kurban Presiden. (rwf)

Kategori :