Waspada Gempa Megathrust, Ini Daftar 14 Zona Rawan, Cek Info Gempa Dangkal di Bekasi dan Pacitan

Waspada Gempa Megathrust, Ini Daftar 14 Zona Rawan, Cek Info Gempa Dangkal di Bekasi dan Pacitan

Waspada Gempa Megathrust, Ini Daftar 14 Zona Rawan, Cek Info Gempa Dangkal di Bekasi dan Pacitan-istimewa-dokumen

Yang membuat getaran ini cukup terasa adalah kedalamannya yang sangat dangkal, yakni hanya 7 kilometer di bawah permukaan tanah. Dalam ilmu seismologi, gempa yang sangat dangkal seperti ini cenderung dirasakan lebih kuat oleh penduduk di sekitar episenter meskipun magnitudonya tidak terlalu besar, yaitu M2,7.

BACA JUGA:BREAKING NEWS: 5 Warga Bengkulu Selatan Ditembak, Pelaku Diduga Karyawan PT ABS

Identifikasi Sesar Spesifik Melengkapi analisis tersebut, Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono, mengungkapkan detail lebih spesifik mengenai pemicu geologis gempa ini. Ia menyebutkan bahwa pergerakan tanah tersebut disebabkan oleh aktivitas sesar West Java Back Arc Thrust.

Secara lebih presisi, segmen yang bergerak adalah Citarum Front Segment. Identifikasi ini penting untuk pemetaan potensi kerawanan bencana di wilayah Jawa Barat bagian utara ke depannya.

Dampak yang Dirasakan Warga Guncangan akibat aktivitas sesar ini dilaporkan terasa hingga ke wilayah Cikarang dan Karawang. Berdasarkan laporan masyarakat yang diterima BMKG, intensitas guncangan berada pada Skala Intensitas II hingga III MMI (Modified Mercalli Intensity).

BACA JUGA:Belanja Pegawai Overload, Harapan Ribuan Tenaga Honorer Seluma Hampir Pupus

Pada skala ini, getaran dideskripsikan terasa nyata di dalam rumah. Warga menggambarkan sensasinya seakan-akan ada truk besar yang sedang berlalu di depan rumah. Selain itu, beberapa orang menyadari adanya gempa ketika melihat benda-benda ringan yang digantung di rumah mereka bergoyang-goyang. Meskipun getaran cukup nyata, durasinya relatif singkat.

Hartanto memastikan bahwa hingga saat ini belum ada laporan mengenai kerusakan bangunan, infrastruktur, maupun fasilitas umum sebagai dampak dari gempa tersebut. Situasi di lapangan terpantau aman dan terkendali.

Selain itu, hasil monitoring BMKG hingga pukul 09.00 WIB menunjukkan tidak adanya aktivitas gempa bumi susulan (aftershock). Meski demikian, masyarakat tetap diimbau untuk tenang namun waspada terhadap informasi resmi dari otoritas terkait.

BACA JUGA:Puluhan Tahun Mengabdi, Ratusan Honorer Seluma Tuntut Kepastian Diangkat PPPK

Gempa di Pacitan

Sementara itu, berdasarkan data resmi BMKG, pusat gempa (episenter) terletak pada koordinat 8.14 Lintang Selatan dan 111.33 Bujur Timur. Lokasi tepatnya berada di darat, sekitar 25 kilometer arah Timur Laut Pacitan, Jawa Timur.

Gempa ini dikategorikan sebagai gempa menengah dengan kedalaman pusat mencapai 105 kilometer. “Gempa Mag:5.5, 27-Jan-2026 08:20:44 WIB. Kedalaman 105 Km. Tidak berpotensi tsunami,” tulis BMKG dalam keterangan resminya.

Meski berpusat di Pacitan, getaran gempa dirasakan cukup luas di wilayah Jawa Timur, Jawa Tengah, hingga menyeberang ke Pulau Bali.

BACA JUGA:Pemkab Seluma Fokus Perkuat Layanan Publik Lewat Penataan Ulang OPD

Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono, merilis daftar wilayah yang merasakan dampak getaran gempa berdasarkan skala MMI diantaranya: III-IV MMI: Karangkates dan Tulungagung (Getaran dirasakan nyata di dalam rumah, terasa seakan-akan ada truk berlalu). (*)

Sumber: dikutip dari berbagai sumber