Sudah 10 Hari Nuki Menghilang: Kata “Orang Pintar” Diajak Jalan-jalan di Dunia Gaib

Sudah 10 Hari Nuki Menghilang: Kata “Orang Pintar” Diajak Jalan-jalan di Dunia Gaib

KAUR - Niki (16), pemuda warga Desa Wayhawang Kecamatan Maje Kabupaten Kaur, yang hilang sejak 3 April lalu atau sudah 10 hari sampai saat ini belum ditemukan. Pihak desa sendiri terus melakukan pencarian dari berbagai sisi mulai menyisir pinggir pantai hingga masuk hutan dan menyebar foto yang bersangkutan di media sosial.

Berdasarkan penerawangan “orang pintar”, Nuki sengaja diundang dedemit (digenggung penyakik) dan diperkirakan dalam satu dua hari kedepan akan dikembalikan ke pihak keluarga. Salah seorang orang pintar yang tinggal di wilayah Kecamatan Maje yang berhasil ditemui Rasel mengaku penerawangan mata batinnya menyebutkan saat ini kondisi Nuki masih sehat dan tak kurang apapun.

Namun dirinya belum bisa pulang lantaran masih dipinjam dan diajak jalan-jalan ke dunia gaib oleh dedemit tersebut. Menurutnya dia sudah berkomunikasi dan Nuki dipinjam selama satu jam oleh mahluk gaib atau sekitar 10 hari. “Pihak keluarganya sudah ada yang datang dan sudah saya sampaikan hal ini. Mudah-mudahan dikembalikan satu dua hari kedepan, dia tidak jauh bahkan sempat jalan jalan jalan di pantai namun tidak bisa dilihat dengan mata telanjang,” ujar orang pintar tersebut kepada Rasel dan meminta identitasnya dirahasiakan.

Kades Wayhawang, Ahmad Marzuki, S.Pd yang dihubungi Rasel mengaku pihak keluarga sudah berkomunikasi dan minta tolong dengan “orang pintar” dari berbagai daerah. Hasilnya juga menyebut Nuki masih sehat namun belum bisa pulang. Pihaknya berharap bila ada warga yang melihat keberadaan warganya itu dapat secepatnya menyampaikan dengan pihak keluarga dan dapat dijemput.

“Kami desa terus melakukan pencarian, baik menyisir pantai bahkan malam-malam pakai obor harapan kami secepatnya dapat ditemukan dalam kondisi selamat tanpa kurang apapun,” ujar Kades. Hilangnya warga ini dibenarkan oleh Kapolres Kaur AKBP Dwi Agung Setyono, S.IK, MH disampaikan Kapolsek Maje Iptu Cahya P Tuhuteru, S.Tr.K. Dikatakan kapolsek berdasarkan penjelasan keluarga, kronologis hilangnya Nuki bermula pada 1 April.

Di mana, Nuki dibawa berobat ke rumah sakit jiwa dan ketergantungan obat (RSJKO) Bengkulu. Nuki sempat dirawat sampai satu malam. Jumat (2/4), Nuki dibawa pulang untuk berobat kampung. Sabtu (3/4) sekitar pukul 05.00 WIB yang bersangkutan sudah tidak ada di rumah lagi. Nuki pergi tanpa pamit ke orang tuanya dan sampai sekarang belum pulang. “Upaya pencarian terus dilakukan oleh keluarga, warga dan juga personel kita namun belum ketemu,” tegas Kapolsek.(jul)

Sumber: