Semangat Lansia Jalani Vaksinasi, Rela Antri Demi Kebal Covid-19

Semangat Lansia Jalani Vaksinasi, Rela Antri Demi Kebal Covid-19

Puluhan masyarakat Bengkulu Selatan lanjut usia (lansia) antusias mengikuti vaksinasi Covid-19 khusus lansia di Gedung Pemuda Manna, Selasa (15/6). Mereka datang dari desa dan rela antri demi disuntik vaksin. Para lansia yang berumur diatas 50 tahun berharap dengan disuntik vaksin dapat meningkatkan imun tubuh dan mengurangi resiko terpapar Covid-19.

Laporan SUGIO AZA PUTRA

GEBYAR vaksinasi Covid-19 serentak bagi lanjut usia yang diselenggarakan Polres Bengkulu Selatan bekerjasama dengan Dinas Kesehatan disambut positif para lansia di Bumi Sekundang Setungguan. Mereka mendaftar untuk ikut suntik vaksin. Meski sudah berumur, para lansia tetap ingin disuntik vaksin agar tidak terpapar Covid-19. Karena bagi mereka kesehatan tetap yang utama. “Kami datang kesini untuk suntik vaksin,” ujar Darni (65), salah seorang lansia dari Kecamatan Kedurang.

Melihat semangat para lansia mengikuti vaksinasi Covid-19, pemerintah desa dan pihak kepolisian melakukan dukungan dengan memfasilitasi mereka menuju tempat vaksin. Para lansia dari wilayah desa yang jauh dari lokasi kegiatan vaksinasi dijemput atau diberi tumpangan kendaraan untuk sampai ke lokasi. “Kami datang kesini tadi ramai-ramai” ungkapnya.

Saat tiba di Gedung Pemuda Manna yang menjadi tempat gebyar vaksinasi Covid-19, lansia antri secara tertib. Mereka menunggu ditempat duduk yang sudah disediakan. Kemudian secara bergiliran mendaftarkan diri untuk disuntik vaksin. “Mau divaksin soalnya takut kena Covid-19,” sambungnya

Kapolres BS, AKBP Deddy Nata, SIK melalui Kasubag Humas, AKP Sarmadi megatakan, gebyar vaksinasi Covid-19 khusus lansia digelar dalam rangka memperingati hari lanjut usia ke 25. Pihaknya sengaja menargetkan lansia sebagai sasaran vaksinasi karena masih banyak lansia yang belum mendapat vaksin. “Diprioritaskan kalangan lansia karena mereka lebih rentan terpapar Covid-19. Dengan disuntik vaksin, bisa menurunkan resiko dari Covid-19,” ujar Sarmadi.

Lansia yang hadir dilokasi vaksinasi diperiksa oleh dokter dan tenaga kesehatan sebelum disuntik vaksin. Pemeriksaan kesehatan diperlukan untuk memastikan kondisi tubuh apakah layak atau tidak disuntik vaksin. “Yang kondisi kesehatannya tidak memungkinkan disuntik vaksin, maka ditunda penyuntikan vaksinnya,” ujar Sarmadi.

Dalam gebyar vaksinasi Covid-19 lansia, targetnya ada 500 orang. Hal itu bertujuan untuk membantu pemerintah mempercepat vaksinasi bagi masyarakat. Semakin banyak masyarakat yang sudah disuntik vaksin, maka resiko terpapar Covid-19 akan berkurang, sehingga pandemi Covid-19 dapat berakhir. (**)

Sumber: