IHT Dorong Pembelajaran Sekolah

IHT Dorong Pembelajaran Sekolah

RASELNEWS.COM, BENGKULU SELATAN - Untuk mendorong proses pembelajaran sekolah lebih maksimal dan efektif. Dinas pendidikan dan kebudayaan (Dikbud) BS bersama Kantor Cabdindik Wilayah III Manna, menggiatkan pelaksanaan in house training (IHT) di sekolah. Kegiatan ini rutin digelar setiap awal tahun ajaran baru dan diikuti oleh guru mata pelajaran dan guru kelas.

Dijelaskan Kepala Dinas Dikbud BS, Rispin Junaidi, M.Pd, ada beberapa poin penting yang dijabarkan dalam IHT. Pertama menyangkut realisasi kurikulum pembelajaran yang sesuai dengan arahan Kemendikbudristek RI, pembahasan kedisiplinan tugas guru dan staf serta musyawarah kegiatan penyusunan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP). “Sekolah kami minta rutin melaksanakan IHT, guna memaksimalkan proses pendidikan. IHT dilaksanakan secara berjenjang dan diisi narasumber kompeten,” ujarnya.

Diteruskannya, dalam pelaksanaan IHT juga ditujukan untuk memperkuat komitmen seluruh warga sekolah baik Pendidik dan Tenaga Pendidik untuk bersama - sama meningkatkan kinerja, dan kompetesi serta kedisiplinan, sekaligus memperkuat penyusunan perangkat pembelajaran. “Tidak ada kategori dalam pelaksanaan IHT ini. Baik jenjang SD atau SMP, teknisnya sama dan dengan tujuan yang sama,” beber Rispin.

Selain untuk sekolah umum, dirinya mengaku bahwa IHT juga ditujukan untuk sekolah peserta program sekolah penggerak (PSP) Kemendikbudristek RI. Namun, terkhusus untuk peserta PSP, IHTnya digelar per triwulan dengan melibatkan Project Management Office (PMO). “Untuk di PSP, materi dalam IHT lebih kompleks. Karena ada beberapa program khusus yang diinkludkan di sana. Disamping itu, PSP juga didaulat sebagai motor atau penggerak proses pembelajaran yang adaptif,” tukas Rispin.

Senada dikatakan Kepala Kantor Cabdindik Wilayah III Manna, Diazdado Putrajaya, SE, M.Si, dalam pelaksanaan IHT jenjang SMA/SMK. Lebih ditekankan untuk mengundang pakar-pakar pendidikan. Hal ini untuk memperkuat pemahaman para guru dalam menerapkan program pendidikan di sekolah.

“Ada juga sekolah yang melaksanakan IHT pada saat semester baru berjalan, dan ada juga yang sebelum kegiatan pembelajaran dilakukan di awal semester. Tapi konsepnya sama saja, memang lebih bagusnya dilaksanakan di awal,” katanya.

Dalam pelaksanaan IHT, Diazdado menyebut sekolah harus lebih dulu menyiapkan rangkaian materi dan program jangka panjang yang bakal dibahas. Ini untuk memaksimalkan kesiapan warga sekolah, dan tidak gelabakan saat kegiatan pembelajaran sudah berjalan.

“Sementara untuk jenjang SMK, IHTnya diselipkan beberapa rancangan khusus. Terutama yang berkaitan dang kegiatan praktek siswa. Karena SMK sifatnya lebih kepada praktek dibandingkan teori. Namun demikian, tujuannya tetap sama,” pungkasnya. (rzn)

Sumber: