Gerakan Literasi Sekolah Dorong Semangat Belajar Siswa

Gerakan Literasi Sekolah Dorong Semangat Belajar Siswa

RASELNEWS.COM, BENGKULU SELATAN - Gerakan literasi sekolah (GLS) digalakkan dalam mendukung gerakan literasi nasional (GLN). Sehingga, para guru dituntut untuk mendukung terwujudnya aktivitas literasi di tempat ia mengajar. Melalui gerakan literasi, ada banyak manfaat yang didapat oleh sekolah maupun guru. Salah satunya, peningkatan semangat belajar siswa. Karena, siswa dibiasakan untuk berkolaborasi dengan seluruh komponen sekolah.

“GLS ini kian digalakkan seiring dengan program pendidikan merdeka belajar. Jadi, komponen utama pendidikan itu ada di siswa. Siswa dituntut lebih aktif dan percaya diri. Dalam literasi ini, siswa diajak untuk lebih vokal dan mampu menyampaikan pemahaman bacaan melalui lisan ataupun tingkah laku,” ujar Kasi Kurikulum Bidang Dikdas Dinas Dikbud BS, Sarjono, S.Pd.

Umumnya kegiatan literasi sekolah dilakukan setiap dua kali dalam sepekan. Seluruh siswa akan berkumpul di halaman sekolah, lalu berliterasi dengan disaksikan siswa lainnya dan guru. Tak hanya berliterasi tentang materi pendidikan yang sehari-hari dipelajari. Namun, siswa juga dituntut untuk mengetahui perkembangan informasi terkini ataupun kemajuan di dalam dunia pendidikan.

“Makanya dengan program ini, siswa akan lebih semangat belajar. Karena, mereka mendapatkan banyak hal baru sekaligus ada tantangan di dalamnya. Beda dengan dulu, dimana siswa hanya menjadi objek atau sasaran pelajaran,” kata Sarjono.

Untuk itu, dirinya menekankan agar semua guru di sekolah agar mampu menyukseskan program gerakan literasi sekolah. Paling utama adalah, sebelum mengajak siswa untuk berliterasi. Guru harus lebih mampu berliterasi dan pandai memberi contoh. “Fokusnya di guru, karena siswa akan menilai dan mencontoh tindakan dari guru. Jika gurunya aktif dalam berliterasi, yakinlah bahwa siswanya juga demikian,” beber Sarjono. (rzn)

Sumber: