Bendahara Kantor Lurah Ditemukan Tak Bernyawa

Bendahara Kantor Lurah Ditemukan Tak Bernyawa

ilustrasi meninggal dunia-istimewa-raselnews.com

RASELNEWS.COM, SELUMA - Masyarakat Kelurahan Sidomulyo, Kecamatan Seluma Selatan, Kabupaten Seluma, Minggu (24/7) pagi mendadak heboh. Pasalnya, salah seorang ASN di Kantor Lurah Sidomulyo yakni Yusdianto (43) ditemukan meninggal dunia. 

Korban yang juga bendahara kelurahan warga kawasan Mandi Aging Kelurahan Napal ini ditemukan meninggal dunia di kebun sawit, dan pertama kali ditemukan oleh Halidun (50), saat sedang bekerja di kebun sawit milik Sutrisno,  sekitar pukul 08.25 WIB. 

BACA JUGA:Tiga Nelayan Kaur Nyaris Tewas

Saat ini kematian korban ini masih dalam penyelidikan aparat Polres Seluma. Lurah Sidomulyo, Nopem Hairi kepada Rasel membenarkan mengenai temuan ini. "Ya, salah seorang pegawai kami yang juga bendahara di Kelurahan Sidomulyo ditemukan meninggal pagi ini (kemarin pagi)," tegas Lurah Sidomulyo kepada Rasel. 

Nopem menyebut korban memang sudah tidak pulang ke rumahnya sejak dua hari yang lalu atau sejak Jumat (22/7). "Karena kebetulan di kawasan Mandi Angin Kelurahan Napal, yang bersangkutan juga tetangga saya, jadi saya mengetahui kalau sudah dua hari tidak pulang. Kemudian pagi ini (pagi kemarin) ditemukan meninggal dunia," ujar Nopen Hairi. 

Mengenai informasi adanya temuan sejumlah luka pada tubuh korban, Nopem mengaku tidak mengetahui apakah benar ada luka atau tidak. "Soal informasi bahwa korban meninggal dengan ditemukan luka, saya tidak mengetahui apakah benar atau tidak," sebut Nopem.

BACA JUGA:Hasil Investigasi, PT FBA Diduga Banyak Melanggar

Sementara itu, Kapolres Seluma AKBP Darmawan Dwiharyanto SIK melalui Kasat Reskrim Iptu Dwi Wardoyo SH MH mengatakan, saat ditemukan, jenazah korban dalam posisi tengkurap dan hanya mengenakan celana pendek warna biru. Mayat ini ditemukan tidak sengaja pertama kali oleh Halidun dengan kondisi sudah tidak bernyawa dan mengalami pendarahan dibagian kepala.

Usai dilakukan olah TKP, jenazah langsung dibawa ke RSUD Tais untuk dilakukan visum. "Untuk saat ini kasusnya masih kami selidiki. Korban sudah dilakukan visum," pungkas Kasat Reskrim. (rwf)

 

Sumber: