Ini Cara Atasi Anak Kecanduan Bermain Game Online

Ini Cara Atasi Anak Kecanduan Bermain Game Online

Anak bermain Game Online-DOK-raselnews.com

ANAK yang selalu menghabiskan waktunya dengan bermain game online tentu saja membuat orang tua merasa khawatir.

Selain khawatir berdampak terhadap kesehatan, psikologis, juga bisa berpengaruh terhadap perkembangan sosial anak.

Berlama lama di depan computer, laptop atau handphone untuk bermain game diyakini dapat menyebabkan mata anak terganggu. Kemudian tubuh anak kurang bergerak.

Ditambah waktu anak untuk bersosialisasi kepada orang lain akan tersita. Sehingga tidak menutup kemungkinan keperibadian anak akan menjadi tertutup dan sulit berkomunikasi dengan orang lain. Serta kurang peduli terhadap lingkungan sekitar.

Bermain game merupakan hal yang menyenangkan dan dapat menghilangkan stress. Namun, jika dilakukan secara berlebihan dan tanpa berhenti, kebiasaan ini malah akan berdampak buruk.

Agar anak tidak terjerumus pada level kecanduan bermain game online orang tua atau orang orang terdekat harus mencegah sedini mungkin.

BACA JUGA:14 Manfaat Buah Pepaya untuk Kesehatan

Kecanduan game online bisa diartikan menjadi gangguan mental yang bisa ditandai dengan dorongan untuk bermain game hingga berjam-jam bahkan melupakan aktivitas lain.

Dalam beberapa hal dampak dari kecanduan game dapat dilihat dari beberapa gejala seperti:

1. Memiliki keinginan untuk terus bermain game setiap waktunya.

2. Merasa murung, stres, atau pun marah ketika tidak bisa bermain game.

3. Memerlukan banyak waktu untuk bermain game agar merasa lebih baik.

4. Menghabiskan sebagian besar waktunya sekedar untuk bermain game tanpa melakukan aktivitas lain seperti, makan, belajar, atau pun bekerja.

5. Mengalami masalah seperti di rumah, sekolah ataupun tempat kerja, karena kebiasaannya yang sering bermain game.

6. Memiliki kebiasaan berbohong kepada orang lain karena mendorong untuk bisa selalu bermain game.

7. Menghambur-hamburkan uang untuk membeli kuota internet ataupun game.

8. Selain itu mengalami gejala fisik, seperti mudah lelah, sakit kepala atau migrain. nyeri punggung, mata berkubang-kunang, dan tentu saja merusak kesehatan mata.

Kecanduan seperti ini tentu saja harus diatasi, apalagi orang tua yang memiliki anak-anak yang kecanduan game karena akan memiliki dampak yang lebih besar lagi. Lalu bagai mana cara mengatasi kecanduan game tersebut?

1. Mulai membatasi waktu bermain game. Jika anak menghabiskan waktu yang terlalu lama untuk game, maka orang tua bisa mencoba cara ini dan diterapkan secara perlahan. Jika, anak bermain game selama dua jam berturut-turut, maka cobalah batasi menjadi satu jam saja dengan mengalihkan anak ke kegiatan belajar sambil bermain d iluar rumah.

2. Mencari hobi baru. Orang tua bisa mencoba untuk mengajak anak atau mengedukasi anak agar mencari hobi-hobi baru yang bisa membuatnya teralihkan dari game, seperti menggambar ataupun bermain permainan bukan game.

3. Meletakkan perangkat game diluar kamar tidur. Jika anak bermain game menggunakan perangkat game, sebaiknya perangkat tersebut bisa diletakkan di luar kamar seperti di ruang keluarga. Selain bisa membatasi permainan anak, orangtua juga bisa mengawasi anak saat bermain game.

4. Mendampingi anak saat bermain game. Dengan mendampingi anak-anak saat bermain game, orang tua bisa mengingatkan anak untuk berhenti bermain game dan melakukan aktifitas lain serta bisa memilihkan game yang menganduk edukasi untuk anak.

5. Tetapkan konsekuensi jika aturan tidak ditaati. Konsekuensi yang dimaksud bisa seperti memberi hukuman ringan untuk anak. Seperti jika anak bermain game hingga lebih dari waktu yang telah dibatasi, orang tua bisa menghukum dengan menyita game, meskipun tetap lakukan secara perlahan sampai kecanduan game tersebut bisa berkurang secara perlahan.

Anak anak memiliki sifat ingin tahu yang tinggi. Sehingga tidak ada salahnya orang tua mengenalkan anak dengan kegiatan baru yang lebih menantang. Bila perlu carikan orang khusus yang bisa membimbing anak untuk menekuni kegiatan tersebut. Misalnya bermain bola, bermain sepeda atau kegiatan positif lainnya.

Berikan pujian kepada anak setelah dia mulai tertarik dengan kegiatan baru yang dilakoni. Sebagai bentuk perhatian, saat waktu luang orang tua ikut sama anak melakoni kegiatan barunya itu. (**)



Sumber: berbagai sumber