Kesenian Ekstem Dari Banten, Makan Bara Api dan Tusuk Perut dengan Golok

Kesenian Ekstem Dari Banten, Makan Bara Api dan Tusuk Perut dengan Golok

Atraksi penari debus -Istimewa/ raselnews.com-raselnews.com

RASELNEWS.COM - Kesenian tradisional ini merupakan atraksi yang menampilkan kekebalan tubuh manusia dari berbagai macam benda tajam seperti golok, pedang dan benda tajam lainnya. Kesenian ini dinamakan disway.id/listtag/89834/debus">Debus yang berasal dari disway.id/listtag/3138/banten">banten.

BACA JUGA:ASN Ingin Cerai, Ini Ketentuan Terhadap Anak, Jangan Abaikan Jika Ingin Selamat

BACA JUGA:Pergi Tanpa Izin, Istri di Kaur Kirim Video di Atas Kapal Pada Suami, Dugaan Penyaluran TKI Ilegal Ditelusuri

Debus Merupakan kesenian masyarakat Banten yang sudah berkembang sejak abad ke 18 an, bahkan seni debus sudah dikenal sejak abad 16 sejak masa pemerintahan Hasanudiin dari Banten (1532-1570) debus mulai dikenal masyarakat Banten sebagai salah satu cara penyebaran agama Islam.

BACA JUGA:Persoalan TGR Tak Kunjung Tuntas, Kejari Turun Tangan, Pihak Rekanan Terancam Digugat

BACA JUGA:Viral! Pelajar di Seluma Bertaruh Nyawa Lintasi Jembatan Tinggal Kerangka

Kesenian Debus merupakan pertunjukan yang mempertotontonkan kekuatan dan kekebalan tubuh terhadap benda keras dan tajam terhadap tubuh para pemainnya.

Para pemain debus acap kali mempertotontonkan atraksi memakan api, menusukkan golok kepereut, bahkan menggorok leher menggunakan pedang, dan menusuk lidah dengan jarum.

BACA JUGA:Pemda Bengkulu Selatan Tetapkan Moratorium Penerimaan CPNS, Ini Alasannya

BACA JUGA:Cakades Nanjungan Ngaku Setor Uang Rp60 Juta Kepada Oknum Pejabat, Dijanjikan Lolos Tes Tertulis

Seni tradisional debus memiliki nilai kebudayaan yang kental akan nilai religi, nilai sosial, nilai ekonomi dan nilai seni.

Masyarakat melestarikan nilai-nilai kesenian debus yaitu dengan cara Culture Experience, dan Culture Knowledge.

BACA JUGA:Kesal Dijadikan Budak Seks, Pria Bunuh Pria, Jasad Korban Ditumpuk Pakaian

BACA JUGA:Suarnati Daeng, Jemaah Haji Asal Makasar Ngeprank, 180 Gram Emas Ternyata Imitisi

Sumber: berbagai sumber