Waktu yang Tepat Bagi Janda dan Duda untuk Menikah Lagi Menurut Islam

Waktu yang Tepat Bagi Janda dan Duda untuk Menikah Lagi Menurut Islam

Waktu yang Tepat Bagi Janda dan Duda untuk Menikah Lagi Menurut Islam-istimewa-freepik.com

RASELNEWS.COM - Seringkali realitas pernikahan tidak sejalan dengan harapan yang telah dibangun.

Ketika pernikahan berakhir dan meninggalkan status sebagai duda atau janda, atau terkadang karena kehilangan pasangan, pertimbangan matang diperlukan sebelum memutuskan untuk menikah kembali.

Mengakui atau tidak, status sebagai janda atau duda seringkali dipandang kurang menguntungkan oleh sebagian orang. Namun itu tergantung pada perspektif individu yang melihatnya.

BACA JUGA:Mau Menikah dengan Janda? Simak Kekurangan dan Kelebihannya, Nomor 1 Pasti Pria Suka

Ketika ingin melangkah ke pernikahan baru, seringkali status ini bisa menjadi penghalang. Keluarga juga mungkin memberikan pertimbangan yang lebih rumit sebelum memberikan restu.

Adakalanya rasa takut akan kegagalan kembali menghantui saat mempertimbangkan pernikahan lagi.

Banyak di antara janda atau duda yang memilih untuk tetap sendiri, menolak untuk menikah kembali. Ketika ada seseorang yang tertarik, seringkali mereka menutup diri dan hati mereka.

Tetapi bagaimana jika dorongan biologis dan psikologis tidak bisa diabaikan? Keinginan kuat untuk menikah lagi hadir, dan ada calon pasangan yang sudah ada.

BACA JUGA:Mau Menikah dengan Janda? Perhatikan 4 Hal Ini, Jangan Menyesal Kemudian Hari

Pertanyaannya adalah, kapan waktu yang tepat untuk memulai pernikahan baru bagi janda ataupun duda?

Dalam hukum Islam, seorang duda tidak memiliki masa iddah (waktu tunggu) untuk menikah kembali.

Sebaliknya, seorang janda memiliki masa iddah yang bervariasi tergantung pada alasan menjadi janda serta kondisi fisiknya, apakah hamil atau tidak, haid atau tidak.

Masa iddah ini memberi kesempatan bagi pasangan untuk berdamai atau berusaha rujuk jika ingin melanjutkan hubungan mereka.

Selain itu, masa iddah juga bertujuan untuk menjaga garis keturunan agar terjaga untuk pernikahan berikutnya.

BACA JUGA:Kampung Mati di Ponorogo Ini Sudah Ditinggalkan Warga, Hanya Janda Tua yang Tersisa

Namun, pernikahan bukanlah hanya persiapan fisik semata, melainkan juga persiapan secara batin.

Kegagalan dalam pernikahan sebelumnya seringkali meninggalkan luka batin yang dalam.

Oleh karena itu, waktu yang tepat untuk menikah kembali berbeda-beda bagi setiap individu. Kesiapan hati dan pikiran untuk melangkah ke pernikahan baru hanya dapat diukur oleh diri sendiri.

Tidak ada yang menginginkan perceraian ketika menikah. Semua pasangan berharap untuk selalu bersama hingga akhir hayat.

Jadi, keraguan janda atau duda untuk menikah kembali adalah hal yang wajar. Ini bisa dianggap sebagai ujian mental sebelum memutuskan untuk menikah lagi.

BACA JUGA:Modus Mau Dilamar, Janda Beranak Satu di Bengkulu Tertipu, Uang Tabungan Pendidikan Anak Ludes

Sumber: