Bengkulu Selatan Kecipratan Dana Rp1,8 Miliar Dari Sektor Perkebunan Kelapa Sawit
Sektor perkebunan kelapa sawit menyumbang dana bagi hasil untuk Bengkulu Selatan-istimewa-dokumen
RASELNEWS.COM - Ribuan hektare kebun kelapa sawit yang tersebar di Kabupaten Bengkulu Selatan kini mulai memberikan kontribusi nyata bagi keuangan daerah.
Pada tahun anggaran 2026, sektor perkebunan sawit dipastikan menjadi salah satu penopang pendapatan daerah melalui alokasi Dana Bagi Hasil (DBH) sawit senilai sekitar Rp1,8 miliar dari pemerintah pusat.
BACA JUGA:TV Android Terbaik 2026, Tawarkan Panel QLED dan Mini LED Memukau, Integrasi Google TV, Ini 13 Rekomdasinnya
DBH sawit tersebut tercantum dalam rancangan alokasi transfer ke daerah yang disampaikan Kementerian Keuangan RI kepada pemerintah daerah.
Alokasi ini menjadi bukti bahwa aktivitas perkebunan kelapa sawit di Bengkulu Selatan tidak hanya menggerakkan ekonomi masyarakat, tetapi juga berdampak langsung terhadap penerimaan daerah dan pembangunan.
BACA JUGA:Persaingan Mobil Listrik Makin Panas! Changan Resmi Masuk Indonesia, Lumin dan Deepal S07 Jadi Andalan
Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Bengkulu Selatan, Dr. E. Edwin Pramana mengungkapkan, Bengkulu Selatan memiliki potensi perkebunan sawit yang cukup besar.
Ribuan hektare kebun kelapa sawit, baik milik perusahaan maupun perkebunan rakyat, menjadi salah satu penggerak utama ekonomi di sejumlah kecamatan.
BACA JUGA:Mobil Hatchback Hybrid Milik Toyota Ini Difacelift, Bahan Bakar Makin Irit, Lincah di Perkotaan
“Dengan luas kebun kelapa sawit yang mencapai ribuan hektare, kontribusi sektor ini terhadap penerimaan negara cukup signifikan. Melalui skema Dana Bagi Hasil sawit, sebagian penerimaan tersebut dikembalikan ke daerah untuk mendukung pembangunan dan kesejahteraan masyarakat,” ujar Edwin.
BACA JUGA:Alasan Honda Supra X Tetap Laris Manis, Mesinnya Halus, BBM Irit, Jadi Penantang Dominasi Matic
Ia menjelaskan, berdasarkan surat resmi Kementerian Keuangan RI melalui Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan bernomor S-62/PK Tahun 2025 tertanggal 23 September 2025, Bengkulu Selatan memperoleh sejumlah alokasi Dana Bagi Hasil dari berbagai sektor.
Namun, DBH sawit menjadi salah satu komponen strategis karena langsung berkaitan dengan aktivitas ekonomi masyarakat di sektor perkebunan.
Selain DBH sawit sekitar Rp1,8 miliar, Bengkulu Selatan juga memperoleh Dana Bagi Hasil Pajak Pusat sebesar Rp669.901.000 dan DBH Pajak Penghasilan (PPh) sekitar Rp1.416.903.000.
BACA JUGA:Orangnya Sudah Berlalu Wanginya Masih Menempel, Ini Rekomendasi Parfum yang Wanginya Tercium Jarak Jauh
Dari sektor sumber daya alam lainnya, daerah ini mendapatkan DBH minyak bumi sebesar Rp1.146.694.000.
Sementara itu, sektor pertambangan masih menjadi penyumbang terbesar melalui Dana Bagi Hasil Mineral dan Batu Bara (Minerba) dengan nilai mencapai sekitar Rp19.710.000.000.
BACA JUGA:Wow, SUV Listrik Milik Chery Internasional Ini Sudah 6.000 Dipesan, Harga Kompetitif di Kelasnya Jadi Faktor
Meski demikian, Edwin menilai DBH sawit memiliki nilai strategis karena menyentuh langsung kehidupan masyarakat, khususnya petani dan pekerja kebun.
“Berbeda dengan sektor lain, sawit melibatkan banyak tenaga kerja dan petani. Dampaknya bukan hanya pada pendapatan daerah, tetapi juga pada perputaran ekonomi di desa-desa dan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” jelasnya.
BACA JUGA:Persaingan Mobil Listrik Makin Panas! Changan Resmi Masuk Indonesia, Lumin dan Deepal S07 Jadi Andalan
Tak hanya itu, Bengkulu Selatan juga memperoleh alokasi DBH dari sektor perikanan sebesar Rp296.952.000, sektor kehutanan Rp33.596.000, serta Dana Bagi Hasil panas bumi sebesar Rp57.640.000.
Edwin menegaskan seluruh angka tersebut masih bersifat rancangan dan belum menjadi alokasi final. Pemerintah daerah masih menunggu penetapan resmi dari pemerintah pusat serta kepastian jadwal penyaluran dana transfer tersebut.
BACA JUGA:Motor Skutik Click 160 'Saudara Kembar' Honda Vario Versi Baru Siap Meluncur? Desain Bakal Dirombak Total
Meski demikian, Pemkab Bengkulu Selatan berharap DBH sawit dan dana transfer lainnya dapat direalisasikan tepat waktu.
Dana tersebut direncanakan untuk mendukung program pembangunan daerah, perbaikan infrastruktur, serta penguatan ekonomi masyarakat, khususnya di wilayah sentra perkebunan kelapa sawit.
BACA JUGA:5 Motor Adventure Diprediksi Meluncur di IIMS 2026, Siap Menggoda Pecinta Touring dan Off-road
“Jika dikelola secara optimal, DBH sawit dapat menjadi instrumen penting untuk meningkatkan pendapatan daerah sekaligus mendorong kesejahteraan masyarakat Bengkulu Selatan,” pungkasnya. (**)
Sumber: