Panduan Lengkap Membuat Pintu Pagar Rumah: Perhatikan Ukuran, Material dan Keamanan

Panduan Lengkap Membuat Pintu Pagar Rumah: Perhatikan Ukuran, Material dan Keamanan

Ada hal yang perlu diperhatikan saat membuat pintu pagar rumah-istimewa-dokumen

RASELNEWS.COM - Pintu pagar rumah bukan sekadar pelengkap tampilan hunian. Lebih dari itu, pagar memiliki fungsi vital sebagai sistem keamanan pertama sekaligus penunjang nilai estetika bangunan. 

BACA JUGA:Pangkogabwilhan I Tekankan Kesiapsiagaan Hadapi Ancaman Bencana di Bengkulu Selatan

Karena itu, proses pembuatannya tidak boleh dilakukan secara asal-asalan tanpa perencanaan matang.

Ahli bangunan, Juyan Sapri menegaskan, banyak masyarakat yang masih menganggap pembuatan pagar sebagai pekerjaan sederhana. 

BACA JUGA:9 Inspirasi Kamar Tidur dengan Kamar Mandi Dalam 2026, Ruang Istirahat Lebih Nyaman dan Privat

Padahal, jika tidak dirancang dengan tepat, pagar bisa cepat rusak, tidak nyaman digunakan, bahkan berisiko membahayakan.

“Pagar itu bukan hanya soal terlihat bagus dari luar. Yang paling penting adalah kekuatan, fungsi, dan keamanannya. Jadi sebelum membuat pintu pagar, sebaiknya benar-benar diperhitungkan dari awal,” kata Juyan.

BACA JUGA:Kanopi Besi Hollow vs Baja Ringan: Mana Lebih Aman dan Menguntungkan untuk Rumah?

Menurutnya, hal pertama yang harus diperhatikan adalah ukuran dan lebar pintu pagar. Penyesuaian ini harus berdasarkan kebutuhan penghuni rumah, terutama terkait akses kendaraan. 

Untuk rumah yang memiliki mobil, lebar pintu pagar idealnya minimal 2,5 hingga 3 meter agar kendaraan dapat keluar masuk dengan aman dan nyaman.

BACA JUGA:6 Inspirasi Pagar Besi dengan Tanaman Rambat Paling Hits 2026, Tampilan Rumah Lebih Asri dan Estetik

“Sering kali orang membuat pagar terlalu sempit, akhirnya mobil susah masuk dan berisiko terserempet. Ini yang harus dihindari. Lebar pagar harus disesuaikan dengan ukuran kendaraan yang dimiliki,” jelasnya.

Selain lebar, tinggi pagar juga perlu dipertimbangkan. Umumnya, tinggi pagar rumah berkisar antara 1,5 hingga 2 meter. 

BACA JUGA:Inspirasi Pintu Pagar Dorong Minimalis Modern: Warna Elegan, Bahan Tahan Lama, dan Plus Minus Wajib Diketahui

Tinggi tersebut dinilai cukup untuk memberikan rasa aman sekaligus tetap proporsional dengan tampilan rumah. 

Namun jika penghuni menginginkan privasi lebih, desain pagar bisa dibuat lebih tertutup atau ditambahkan panel tambahan.

BACA JUGA:5 Inspirasi Desain Pagar Conwood Elegan dan Tahan Lama untuk Tampilan Rumah Lebih Berkelas

Juyan juga menyoroti pentingnya pemilihan jenis bukaan pintu pagar. Ada beberapa model yang umum digunakan, seperti pintu ayun (swing), pintu geser (sliding), dan pintu lipat. 

Pemilihan model ini harus disesuaikan dengan kondisi lahan dan kebutuhan ruang.

“Kalau halaman rumah sempit, lebih baik menggunakan model geser karena tidak memakan ruang saat dibuka. Tapi kalau lahannya cukup luas, pintu ayun juga tidak masalah. Yang penting perhitungannya tepat,” katanya.

BACA JUGA:Tren Rumah 2026: Desain Atap Limas Kembali Naik Daun, Modern dan Fungsional

Untuk pagar geser, ia mengingatkan agar pemasangan rel benar-benar diperhatikan. Rel harus rata dan kuat agar pintu tidak mudah macet. 

Sementara untuk pintu ayun, kualitas engsel menjadi faktor utama yang menentukan daya tahan pagar.

“Engsel harus kuat dan sesuai dengan berat pintu. Jangan sampai pakai engsel kecil untuk pagar yang berat, karena nanti cepat rusak dan berbahaya,” tegasnya.

BACA JUGA:Inspirasi Tanaman Estetik untuk Teras Sempit Rumah Minimalis

Dalam hal material, Juyan menjelaskan bahwa besi masih menjadi pilihan utama masyarakat karena kuat dan harganya relatif terjangkau. 

Namun, besi memiliki kelemahan mudah berkarat jika tidak dirawat dengan baik. Oleh karena itu, proses finishing seperti pengecatan anti karat sangat penting dilakukan.

BACA JUGA:Teras Tertutup Jadi Tren Hunian 2026: Solusi Cerdas Ruang Santai Privat yang Tetap Estetik

“Kalau ingin lebih tahan lama, bisa menggunakan besi galvanis atau stainless. Memang biayanya lebih tinggi, tapi lebih tahan terhadap cuaca, apalagi di daerah yang curah hujannya tinggi,” ujarnya.

Selain faktor kekuatan, unsur estetika juga tidak boleh diabaikan. Desain pagar sebaiknya disesuaikan dengan konsep rumah, baik minimalis, modern, maupun klasik. 

BACA JUGA:Inspirasi Tanaman Estetik untuk Teras Sempit Rumah Minimalis

Warna pagar juga harus selaras dengan warna dinding dan elemen bangunan lainnya agar terlihat harmonis.

“Jangan sampai rumahnya sudah bagus, tapi pagarnya tidak nyambung dengan konsep bangunan. Itu bisa mengurangi nilai estetika,” tambahnya.

Lebih jauh, Juyan menekankan pentingnya pondasi dan tiang pagar. Menurutnya, banyak kasus pagar miring atau ambruk karena tiang tidak ditanam dengan cukup dalam dan tidak diperkuat dengan pondasi yang memadai.

BACA JUGA:Agar Rumah Terasa Lebih Modern, Ini Tren Warna Cat Tembok yang Diprediksi Populer di 2026

“Tiang harus ditanam kuat dengan pondasi cor yang cukup dalam. Kalau pondasinya asal-asalan, pagar bisa goyang dan tidak stabil,” jelasnya.

Dari sisi keamanan, ia menyarankan penggunaan sistem penguncian yang kuat dan berkualitas. 

Pemilik rumah juga dapat mempertimbangkan penambahan fitur keamanan seperti gembok tambahan, sistem otomatis dengan remote, hingga pemasangan CCTV di area pagar.

BACA JUGA:Inspirasi Pintu Japandi 2026: 7 Desain Minimalis yang Bikin Rumah Terlihat Estetik dan Tenang

“Sekarang sudah banyak pilihan sistem otomatis. Memang perlu biaya lebih, tapi dari sisi keamanan dan kenyamanan sangat membantu,” katanya.

Tak kalah penting, aspek anggaran juga harus diperhitungkan secara matang. Biaya pembuatan pagar tidak hanya mencakup material utama, tetapi juga ongkos tukang, biaya finishing, serta aksesori tambahan. 

Sumber:

Berita Terkait