Pangkogabwilhan I Tekankan Kesiapsiagaan Hadapi Ancaman Bencana di Bengkulu Selatan
Pangkogabwilhan I Tekankan Kesiapsiagaan Hadapi Ancaman Bencana di Bengkulu Selatan-istimewa-dokumen
RASELNEWS.COM - Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan I (Pangkogabwilhan I), Letjen TNI Kunto Arief Wibowo, melakukan kunjungan kerja ke Bengkulu Selatan dan Kabupaten Kaur. Kunjungan ini difokuskan pada penguatan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana alam, khususnya ancaman megathrust yang menjadi perhatian nasional.
Agenda tersebut menjadi momentum strategis untuk mempererat koordinasi antara TNI, pemerintah daerah, serta instansi terkait dalam memperkuat sistem mitigasi bencana di wilayah pesisir barat Sumatra.
BACA JUGA:Listrik Padam di Bengkulu Selatan Akibat Hujan Badai, PLN Sebut JTM Putus di Depan Polres
Dalam diskusi yang digelar di Makodim 0408/Bengkulu Selatan, Pangkogabwilhan I menegaskan bahwa kesiapsiagaan harus dibangun melalui sistem mitigasi yang kuat, kesiapan personel, serta koordinasi lintas sektor yang terpadu.
“Pesan khususnya, alam tidak bisa kita lawan, tapi kita bisa mengantisipasinya,” ujar Letjen TNI Kunto Arief Wibowo.
BACA JUGA:Stok Aman 970 Ton, Cadangan Beras Bengkulu Selatan Jadi Penjaga Stabilitas Harga Pangan
Sementara itu, Bupati Bengkulu Selatan, H. Rifai Tajuddin, menyampaikan komitmen pemerintah daerah untuk terus memperkuat kesiapan menghadapi potensi bencana. Ia menilai kunjungan tersebut menjadi dorongan penting dalam percepatan langkah-langkah konkret di daerah.
“Tadi hasil dari bincang-bincang panjang sekali, tapi saya simpulkan kita baru berencana, bapak Jenderal sudah melakukan,” ujarnya singkat.
BACA JUGA:Polres Bengkulu Selatan Tanamkan Disiplin dan Kesadaran Hukum Melalui Upacara di SMAN 1
Kunjungan ini juga menjadi bagian dari agenda strategis dalam memastikan kesiapan wilayah sekaligus memperkuat sinergi antara aparat pertahanan dan pemerintah daerah.
Dalam waktu dekat, Pangkogabwilhan I juga merencanakan pelaksanaan latihan bersama sebagai langkah nyata penguatan kesiapsiagaan menghadapi kemungkinan bencana di wilayah rawan. (*)
Sumber: dikutip dari berbagai sumber