Program Gentengisasi Prabowo Subianto, Lebih Murah Mana Atap Seng atau Genteng?

Program Gentengisasi Prabowo Subianto, Lebih Murah Mana Atap Seng atau Genteng?

Ada kelebihan dan kekurangan dalam memilih atap rumah seng atau genteng-istimewa-dokumen

RASELNEWS.COM - Memilih material atap rumah menjadi salah satu pertimbangan penting bagi masyarakat yang ingin membangun maupun merenovasi hunian. 

Perbandingan antara penggunaan seng dan genteng kerap menjadi perdebatan, terutama dari sisi biaya dan ketahanan. 

BACA JUGA:5 Ide Wall Panel Ruang TV yang Bikin Dinding Jadi Estetis dan Berkarakter

Di tengah wacana program gentengnisasi yang pernah digaungkan oleh Prabowo Subianto, isu pemilihan jenis atap kembali menjadi perhatian publik.

Ahli pertukangan, Karmin Mulyanto menilai, dari sisi biaya awal pembangunan, penggunaan atap seng masih menjadi pilihan paling ekonomis bagi masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah.

BACA JUGA:Makanan Sahur Sehat dan Lama Kenyang, Ini 14 Rekomendasinya, Gampang Dicari

“Kalau berbicara soal biaya awal, seng memang lebih murah dibandingkan genteng, baik dari harga material maupun ongkos pemasangan. Seng lebih ringan sehingga rangka atap tidak perlu terlalu besar, itu juga menghemat biaya,” ujar Karmin.

Menurutnya, harga seng per meter persegi umumnya lebih terjangkau dibandingkan genteng tanah liat maupun genteng beton. 

BACA JUGA:Inspirasi Model Rumah Modern Masa Kini Favorit Generasi Milenial

Selain itu, proses pemasangan seng relatif lebih cepat karena lembarannya luas dan tidak perlu dipasang satu per satu seperti genteng.

“Pekerjaan bisa selesai lebih cepat, otomatis ongkos tukang juga lebih ringan,” tambahnya.

Namun demikian, Karmin menjelaskan bahwa genteng memiliki keunggulan dari sisi kenyamanan dan daya tahan. 

BACA JUGA:Amalan Wajib dan Sunah Menjelang Ramadan untuk Menambah Pahala dan Persiapan Ibadah

Genteng tanah liat misalnya, dinilai lebih mampu meredam panas dan suara hujan dibandingkan seng.

“Kalau hujan deras, atap seng memang lebih berisik. Selain itu, panas matahari juga lebih terasa kalau tidak diberi lapisan peredam. Sementara genteng cenderung lebih sejuk dan lebih nyaman,” jelasnya.

BACA JUGA:Toples Lebaran Penuh Cerita: Jejak Tradisi dan Ragam Kue Kering Legendaris Nusantara

Dalam konteks program gentengnisasi yang pernah disampaikan oleh Prabowo Subianto, Karmin melihat adanya tujuan untuk meningkatkan kualitas hunian masyarakat, khususnya di wilayah pedesaan dan kawasan dengan tingkat kesejahteraan rendah.

BACA JUGA:Sulap Lorong Samping Rumah Jadi Ruang Cantik! 5 Desain Estetik yang Bikin Hunian Makin Hidup

“Program gentengnisasi pada dasarnya mendorong masyarakat menggunakan genteng yang lebih layak dan aman dibandingkan atap seadanya seperti rumbia atau seng bekas. Dari sisi kualitas hunian tentu bagus, karena genteng lebih kuat dan tahan lama,” katanya.

BACA JUGA:3 Jenis Teh Musim Dingin yang Menghangatkan Tubuh sekaligus Membantu Mengurangi Lemak Perut

Meski demikian, ia menekankan bahwa realisasi program tersebut perlu disesuaikan dengan kemampuan ekonomi masyarakat. 

Bagi warga yang membangun rumah secara swadaya, faktor biaya tetap menjadi pertimbangan utama.

“Kalau ada bantuan atau subsidi, tentu genteng lebih ideal. Tapi kalau murni dana pribadi dan anggaran terbatas, seng masih jadi pilihan realistis,” ungkap Karmin.

BACA JUGA:Sambut Lebaran dengan Fasad Cantik, Ini Inspirasi Desain Dinding Teras Rumah yang Bikin Tamu Terpukau

Ia juga menyarankan masyarakat untuk tidak hanya mempertimbangkan harga awal, tetapi juga biaya jangka panjang. 

Seng berkualitas rendah, misalnya, berisiko cepat berkarat dan perlu penggantian dalam waktu relatif singkat. 

BACA JUGA:Pemprov Bengkulu Alokasikan Rp12 Miliar untuk Angkutan Haji, Lelang Mulai Diproses

Sebaliknya, genteng dengan kualitas baik bisa bertahan puluhan tahun dengan perawatan minimal.

Karmin menambahkan, perkembangan teknologi material juga memberi alternatif baru seperti atap metal berlapis pasir atau baja ringan berkualitas tinggi yang lebih tahan karat dan mampu meredam panas.

BACA JUGA:Balap Liar Usai Sahur Ditindak, 28 Motor Diamankan Satlantas Polres Bengkulu Selatan

“Sekarang sudah banyak pilihan. Tinggal disesuaikan dengan kebutuhan, lokasi rumah, dan kemampuan anggaran,” tutupnya.

Dengan berbagai pertimbangan tersebut, masyarakat diimbau untuk cermat dalam memilih material atap. 

BACA JUGA:BI Sediakan Layanan Kas Keliling untuk Penukaran Uang Ramadan 2026 di Bengkulu

Baik seng maupun genteng memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Program peningkatan kualitas rumah seperti gentengnisasi diharapkan dapat membantu masyarakat mendapatkan hunian yang lebih layak, aman, dan nyaman tanpa mengabaikan aspek keterjangkauan biaya. (*)

Sumber: