Atap Genteng Aman Saat Gempa? Simak Penjelasan Lengkapnya

Atap Genteng Aman Saat Gempa? Simak Penjelasan Lengkapnya

Masih banyak yang meragukan soal ketahanan atap genteng dengan guncangan gempa-istimewa-dokumen

RASELNEWS.COM - Isu ketahanan bangunan terhadap gempa bumi kembali menjadi perhatian masyarakat, terutama dalam memilih material konstruksi rumah

Salah satu yang kerap dipertanyakan adalah penggunaan atap genteng. Apakah atap genteng aman dan tahan terhadap guncangan gempa?

BACA JUGA:Takaran dan Cara Mencampur Cat Tembok agar Hasil Halus dan Maksimal

Ahli pertukangan, Karmin Mulyanto menegaskan, atap genteng pada dasarnya bisa digunakan di wilayah rawan gempa, namun dengan catatan konstruksi harus memenuhi standar keamanan.

BACA JUGA:Evolusi Hunian Tradisional: 8 Inspirasi Rumah Panggung Modern yang Kian Populer

“Genteng itu sebenarnya bisa saja dipakai di daerah rawan gempa. Yang paling menentukan bukan hanya jenis atapnya, tapi bagaimana rangka dan sistem pemasangannya,” ujar Karmin.

Menurutnya, genteng memiliki bobot yang lebih berat dibandingkan atap seng atau metal ringan. 

BACA JUGA:Daihatsu Luxio 2026 Resmi Meluncur di Indonesia, MPV Boxy Andalan Keluarga Kembali Tampil Modern

Beban yang lebih besar di bagian atas bangunan berpotensi meningkatkan risiko saat terjadi gempa jika struktur tidak dirancang dengan baik.

“Prinsip bangunan tahan gempa itu sederhana, semakin ringan beban di bagian atas, semakin kecil risiko kerusakan. Karena itu, kalau pakai genteng, rangkanya harus benar-benar kuat,” jelasnya.

BACA JUGA:Lampung Resmi Jadi Tuan Rumah HPN dan Porwanas 2027

Karmin menerangkan bahwa pada sistem lama, genteng sering kali hanya ditopang oleh reng tanpa pengunci tambahan. 

Dalam kondisi gempa, genteng bisa bergeser bahkan jatuh jika tidak terpasang dengan benar.

BACA JUGA:Kajati Support Pengprov Perbakin Bengkulu Lakukan Pembinaan Atlet Muda

“Sekarang sudah ada sistem pengunci atau clip khusus untuk genteng. Itu sangat membantu agar genteng tidak mudah bergeser saat terjadi guncangan,” katanya.

Ia menyarankan penggunaan rangka baja ringan dengan ketebalan sesuai standar konstruksi, serta sambungan menggunakan baut atau sekrup berkualitas. 

BACA JUGA:Pagar Rumah Klasik atau Modern? Simak Perbedaan Biaya dan Desainnya

Selain itu, struktur utama bangunan seperti kolom, balok, dan sloof juga harus dirancang mengikuti standar bangunan tahan gempa.

“Kalau rangka atap kuat, sambungan kokoh, dan struktur bawahnya juga sesuai standar, genteng tetap aman. Yang berbahaya itu kalau konstruksinya asal-asalan,” tegas Karmin.

BACA JUGA:Vario 125 Terbaru 2026 Resmi Hadir, Tampil Makin Sporty dan Canggih

Meski demikian, ia mengakui bahwa untuk wilayah dengan risiko gempa tinggi, sebagian masyarakat memilih atap yang lebih ringan seperti metal atau baja ringan berlapis pasir guna mengurangi beban bangunan.

BACA JUGA:MURAH Tapi Paling Mewah! 14 HP RAM 8/256 GB & Baterai Besar Terbaik Harga 1 Jutaan 2026

“Pilihan kembali ke kebutuhan dan kondisi daerah. Kalau ingin tetap pakai genteng, pastikan dikerjakan tukang yang paham teknik dan tidak mengurangi spesifikasi material,” tambahnya.

Karmin juga mengingatkan bahwa faktor perawatan tidak boleh diabaikan. Rangka kayu yang sudah lapuk atau sambungan yang longgar dapat meningkatkan risiko saat gempa terjadi.

BACA JUGA:Tata Punch EV Facelift 2026 Resmi Diungkap Jelang Peluncuran, Hadirkan Warna dan Velg Baru

Dengan perencanaan yang tepat dan pengerjaan sesuai standar, atap genteng tetap dapat digunakan secara aman, bahkan di daerah rawan gempa. 

BACA JUGA:Satpol PP Bengkulu Selatan Larang Pedagang Takjil Berjualan di Trotoar dan Badan Jalan

Masyarakat pun diimbau untuk tidak hanya mempertimbangkan estetika dan harga, tetapi juga aspek keselamatan dalam membangun rumah. (*)

Sumber:

Berita Terkait