Rangka Baja Ringan untuk Atap Genteng, Aman atau Tidak?

Rangka Baja Ringan untuk Atap Genteng, Aman atau Tidak?

pemasangan atap genteng bisa memakai rangka baja. Bagaimana soal keamanan dan ketahanannya?-istimewa-dokumen

RASELNEWS.COM - Penggunaan material kayu untuk rangka atap rumah kini tidak lagi menjadi satu-satunya pilihan. 

Seiring perkembangan teknologi konstruksi, atap genteng diketahui bisa dipasang tanpa menggunakan rangka kayu, melainkan dengan material alternatif seperti baja ringan.

BACA JUGA:5 Ide Wall Panel Ruang TV yang Bikin Dinding Jadi Estetis dan Berkarakter

Ahli pertukangan, Karmin Mulyanto menjelaskan, saat ini banyak rumah modern yang sudah tidak lagi memakai kayu sebagai rangka utama atap.

“Sekarang atap genteng sudah sangat bisa dipasang tanpa kayu. Umumnya menggunakan rangka baja ringan yang lebih tahan lama dan tidak mudah lapuk,” ujar Karmin.

BACA JUGA:Suzuki Carry Pickup 2026 Terbaru! Harga, Spesifikasi, dan Performa Andal untuk Usaha

Menurutnya, baja ringan memiliki sejumlah keunggulan dibanding kayu, terutama dari sisi ketahanan terhadap rayap dan perubahan cuaca. 

Selain itu, material ini juga dinilai lebih presisi karena diproduksi secara pabrikan dengan ukuran yang seragam.

BACA JUGA:Sulap Lorong Samping Rumah Jadi Ruang Cantik! 5 Desain Estetik yang Bikin Hunian Makin Hidup

“Kalau kayu kualitasnya tidak bagus atau tidak kering sempurna, bisa melengkung atau dimakan rayap. Baja ringan lebih stabil dan minim perawatan,” jelasnya.

Meski demikian, Karmin menegaskan bahwa penggunaan baja ringan untuk menopang genteng harus memperhatikan spesifikasi yang sesuai. 

BACA JUGA:Unik dan Bikin Nostalgia! Bocoran Realme 16 5G Hadirkan Cermin Kamera ala HP Jadul

Mengingat genteng memiliki bobot yang cukup berat, ketebalan baja ringan serta jarak antar rangka harus dihitung dengan benar.

“Genteng itu berat. Jadi tidak bisa pakai baja ringan yang terlalu tipis. Harus disesuaikan dengan beban, jarak kuda-kuda, dan rengnya juga harus tepat,” katanya.

Ia menambahkan bahwa sambungan rangka sebaiknya menggunakan sekrup khusus agar lebih kuat dan aman. 

BACA JUGA:Cara Ampuh Atasi Bau Mulut Saat Puasa, Tetap Percaya Diri Sepanjang Ramadan

Pemasangan yang tidak sesuai standar dapat menyebabkan rangka melendut bahkan berisiko mengalami kerusakan dalam jangka panjang.

Selain baja ringan, beberapa proyek bangunan tertentu juga menggunakan rangka baja konvensional seperti besi hollow atau profil baja, terutama untuk bangunan berukuran besar. 

BACA JUGA:Infinix Hot 70 Pro+ 5G Dikabarkan Hadir dengan Lompatan Besar di Kelas Rp2–3 Jutaan

Namun dari segi biaya, baja konvensional umumnya lebih mahal dibanding baja ringan.

Karmin menyebutkan bahwa saat ini penggunaan baja ringan untuk atap genteng semakin populer karena dinilai lebih praktis dan efisien.

“Banyak perumahan baru sudah memakai baja ringan. Selain awet, proses pemasangannya juga relatif cepat,” ungkapnya.

BACA JUGA:TVS Apache dan Ronin ROK Edition Diperkenalkan di Rann Utsav 2026

Meski kayu masih bisa digunakan, terutama kayu berkualitas tinggi yang sudah melalui proses pengeringan, Karmin mengingatkan masyarakat untuk mempertimbangkan faktor ketahanan jangka panjang.

“Kalau kayu kualitas bagus tentu tetap kuat. Tapi dari segi perawatan dan risiko rayap, baja ringan lebih unggul,” tegasnya.

BACA JUGA:Jangan Cuman Bisa Pakai, Kenali 4 Manfaat Skincare Mengandung Salicylic Acid

Dengan perkembangan teknologi konstruksi yang semakin maju, masyarakat kini memiliki lebih banyak pilihan dalam menentukan material rangka atap. 

Penggunaan genteng tanpa kayu bukan lagi hal baru, asalkan tetap memperhatikan standar teknis dan dikerjakan oleh tenaga yang berpengalaman. (*)

Sumber:

Berita Terkait