Estimasi Biaya Bangun Rumah Minimalis 2 Lantai 2026: Rincian Per Meter dan Tips Hemat Anggaran
membangun rumah 2 lantai perlu mengkaji biaya yang diperlukan-istimewa-dokumen
RASELNEWS.COM - Membangun rumah minimalis dua lantai menjadi pilihan banyak keluarga, terutama di kawasan dengan keterbatasan lahan.
Selain dinilai lebih efisien dalam pemanfaatan ruang, konsep ini juga menawarkan tampilan modern dan fungsional.
BACA JUGA:Inspirasi Kanopi Balkon 2026: 6 Desain Estetik untuk Rumah Minimalis di Kota
Namun demikian, perencanaan anggaran menjadi hal utama yang harus dipersiapkan secara matang agar proses pembangunan berjalan lancar.
Konsultan perencanaan bangunan, Iksan Junadi menjelaskan, estimasi biaya membangun rumah minimalis dua lantai sangat bergantung pada luas bangunan, spesifikasi material, serta lokasi pembangunan.
BACA JUGA:Inspirasi Warna Keramik Dinding Teras 2026: Tren Netral hingga Hangat yang Bikin Fasad Rumah Makin Elegan
“Secara umum, biaya pembangunan rumah minimalis dua lantai saat ini berkisar antara Rp3 juta hingga Rp5 juta per meter persegi, tergantung kualitas material dan tingkat kesulitan desain,” kata Iksan.
Ia mencontohkan, apabila seseorang ingin membangun rumah dua lantai dengan total luas bangunan 100 meter persegi, maka estimasi biaya yang perlu disiapkan berada di kisaran Rp300 juta hingga Rp500 juta.
BACA JUGA:Insiprasi Tanaman Teras Rumah Estetik Hemat Biaya, Cantik Dipandang dan Mudah Dirawat
Angka tersebut sudah mencakup biaya struktur, dinding, atap, lantai, instalasi listrik, hingga finishing standar.
Menurutnya, komponen biaya terbesar biasanya terdapat pada pekerjaan struktur, seperti pondasi, kolom, balok, dan pelat lantai.
Hal ini karena rumah dua lantai memerlukan konstruksi yang lebih kuat dibanding rumah satu lantai.
BACA JUGA:Teras Rumah 2026 Berubah Fungsi: Kolam Ikan Hias Jadi Elemen Relaksasi yang Kian Diminati
“Struktur itu pondasi utama. Tidak boleh ada penghematan berlebihan di bagian ini karena menyangkut keamanan dan ketahanan bangunan dalam jangka panjang,” tegasnya.
Selain struktur, biaya juga dipengaruhi oleh pemilihan material finishing seperti keramik, cat, kusen, pintu, serta perlengkapan kamar mandi.
BACA JUGA:Rangka Baja Ringan untuk Atap Genteng, Aman atau Tidak?
Jika memilih material premium, maka anggaran tentu akan lebih tinggi dibanding menggunakan material standar.
Iksan juga menekankan pentingnya penyusunan Rencana Anggaran Biaya (RAB) secara detail sebelum pembangunan dimulai.
BACA JUGA:Sentuhan Air di Dalam Rumah: 6 Inspirasi Kolam Ikan Indoor Minimalis yang Estetik dan Menenangkan
RAB berfungsi sebagai panduan agar pengeluaran tetap terkontrol dan meminimalisir risiko pembengkakan biaya di tengah proses pembangunan.
“Sering kali pembengkakan biaya terjadi karena perubahan desain di tengah jalan atau kurangnya perhitungan awal. Karena itu, desain final dan RAB sebaiknya sudah disepakati sejak awal,” jelasnya.
BACA JUGA:Pemprov Bengkulu Alokasikan Rp12 Miliar untuk Angkutan Haji, Lelang Mulai Diproses
Dalam perhitungannya, biaya pembangunan umumnya terbagi menjadi beberapa komponen, yakni biaya perencanaan dan desain, biaya material, biaya tenaga kerja, serta biaya tambahan tak terduga.
Ia menyarankan agar pemilik rumah menyiapkan dana cadangan sekitar 10 hingga 15 persen dari total anggaran untuk mengantisipasi kenaikan harga material atau kebutuhan tambahan lainnya.
BACA JUGA:Diundang ke Kediaman Mentan, Bupati Seluma Bahas Program Strategis Pertanian 2026
Selain itu, faktor lokasi juga mempengaruhi besaran biaya. Harga material dan upah tukang di setiap daerah bisa berbeda.
Di wilayah dengan akses sulit atau jauh dari pusat distribusi material, ongkos angkut dapat menambah total pengeluaran.
Untuk menekan biaya, Iksan menyarankan agar masyarakat memilih desain yang sederhana dan tidak terlalu banyak ornamen.
BACA JUGA:5.607 Warga Kaur Dinonaktifkan dari PBI BPJS Kesehatan, Ini Penjelasan Resminya
Konsep minimalis pada dasarnya memang mengutamakan kesederhanaan bentuk, sehingga dapat membantu efisiensi penggunaan material.
“Desain yang simpel biasanya lebih hemat biaya. Bentuk bangunan yang terlalu banyak lekukan atau variasi struktur akan membutuhkan material dan tenaga kerja lebih banyak,” tambahnya.
Ia juga mengingatkan agar tidak tergiur harga borongan yang terlalu murah tanpa kejelasan spesifikasi pekerjaan.
BACA JUGA:Balap Liar Usai Sahur Ditindak, 28 Motor Diamankan Satlantas Polres Bengkulu Selatan
Menurutnya, transparansi dalam kontrak kerja sangat penting agar tidak terjadi kesalahpahaman antara pemilik rumah dan kontraktor.
Iksan menegaskan bahwa membangun rumah minimalis dua lantai bukan hanya soal estetika, tetapi juga soal perencanaan finansial yang matang.
BACA JUGA:Cegah Stunting, Bupati Kaur dan Istri Jadi Orang Tua Asuh Balita Berisiko
Dengan estimasi biaya yang jelas, pengawasan yang baik, serta pemilihan material yang tepat, rumah impian dapat terwujud tanpa membebani keuangan keluarga di kemudian hari.
“Yang terpenting adalah menyesuaikan desain dengan kemampuan anggaran. Jangan memaksakan spesifikasi tinggi jika dana terbatas. Perencanaan yang realistis akan membuat pembangunan lebih tenang dan terarah,” tutupnya.
BACA JUGA:Tips Olahraga Saat Ramadan, Pilih Waktu yang Tepat Agar Tidak Lemas
Ia berharap masyarakat yang berencana membangun rumah dua lantai dapat berkonsultasi terlebih dahulu dengan tenaga profesional agar perhitungan biaya lebih akurat dan pembangunan berjalan sesuai rencana. (*)
Sumber: