41 Desa di Bengkulu Masih Blank Spot, Pemerintah Targetkan Penanganan Bertahap
41 Desa di Bengkulu Masih Blank Spot, Pemerintah Targetkan Penanganan Bertahap-istimewa-dokumen
RASELNEWS.COM - Pemerintah Provinsi Bengkulu mencatat masih puluhan desa yang belum terjangkau layanan telekomunikasi. Berdasarkan data Dinas Komunikasi, Informasi dan Statistik Provinsi Bengkulu, dari total 1.514 desa, sebanyak 41 desa masih berstatus blank spot, baik untuk jaringan telepon maupun internet.
Dari jumlah tersebut, empat desa masuk kategori blank spot total atau tanpa jaringan sama sekali. Keempatnya yakni desa Danau Liang di Kabupaten Lebong, desa Tebat Laut di Kabupaten Kepahiang, serta desa Arga Mulya dan Tanjung Aur di Kabupaten Kaur.
BACA JUGA:5.607 Warga Kaur Dinonaktifkan dari PBI BPJS Kesehatan, Ini Penjelasan Resminya
Kepala Dinas Kominfotik Bengkulu, Nelly Alesa, menjelaskan bahwa 37 desa lainnya masuk kategori sinyal lemah (low signal). Wilayah dengan titik terbanyak berada di Kabupaten Mukomuko.
“Kondisi ini disebabkan letak geografis desa yang berada di kawasan perkebunan dan pegunungan, sehingga menghambat jangkauan sinyal telekomunikasi,” ujar Nelly, Minggu (22/2).
BACA JUGA:Balap Liar Remaja Marak Usai Sahur, Polisi di Bengkulu Selatan dan Kaur Perketat Pengawasan Selama Ramadan
Ia menambahkan, seluruh desa tersebut telah masuk dalam dokumen perencanaan pembangunan lima tahunan atau RPJMD. Namun keterbatasan anggaran membuat penanganan dilakukan secara bertahap.
Pada 2026, pemerintah daerah menargetkan penanganan difokuskan lebih dulu pada desa yang benar-benar blank spot.
“Baru tahun berikutnya akan berfokus pada daerah dengan kategori low signal,” jelasnya.
BACA JUGA:Pertamina Tambah Pasokan LPG dan BBM di Bengkulu Jelang Ramadhan 1447 H
Sejumlah desa yang masih mengalami kendala sinyal tersebar di beberapa kabupaten. Di antaranya Desa Tenganan di Kabupaten Seluma, Desa Bandung Ayu di Kabupaten Bengkulu Selatan, serta Desa Karang Aye dan Arga Indah di Kabupaten Bengkulu Tengah.
Sementara di Kepahiang terdapat Desa Karang Are dan Batu Belarik. Adapun di Mukomuko, desa yang masih terdampak antara lain Penarik, Maju Makmur, dan Tanjung Mulya.
BACA JUGA:Harga Bahan Pokok di Bengkulu Selatan Stabil di Awal Ramadan
Pemerintah berharap upaya bertahap ini mampu mempercepat pemerataan akses digital di Bengkulu, sekaligus mendukung pembangunan ekonomi dan layanan publik di wilayah terpencil. (cia)
Sumber: