Harga TBS Sawit Kembali Turun, Kini di Kisaran Rp2.500–Rp2.600 per Kilogram
Harga TBS Sawit Kembali Turun, Kini di Kisaran Rp2.500–Rp2.600 per Kilogram-istimewa-dokumen
RASELNEWS.COM, KOTA MANNA – Harga jual tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di tingkat pengepul dan pabrik kembali mengalami penurunan setelah sebelumnya sempat menguat. Penurunan ini dipengaruhi oleh pergerakan nilai tukar dolar Amerika Serikat terhadap rupiah yang berdampak pada harga minyak sawit mentah (CPO) di pasar global.
Saat ini, harga TBS di tingkat pengepul berada di kisaran Rp2.500 hingga Rp2.600 per kilogram. Sementara itu, harga di tingkat pabrik tercatat sekitar Rp2.870 per kilogram. Meski mengalami penurunan, harga tersebut masih tergolong lebih baik dibandingkan dua bulan lalu, di mana TBS hanya dihargai sekitar Rp2.400 per kilogram di tingkat pengepul.
BACA JUGA:Cincin Tersangkut di Jari Anak, Damkar Bengkulu Selatan Lakukan Evakuasi Cepat dan Aman
Antoni (45), seorang pengepul sawit asal Kecamatan Pino Raya, membenarkan adanya penurunan harga tersebut. Ia menyebut kondisi ini menjadi tantangan bagi pelaku usaha maupun petani.
“Beberapa waktu lalu harga sawit sempat naik, namun kini kembali turun. Tentu ini menjadi tantangan bagi kami dan juga petani,” ujarnya.
BACA JUGA:Sekda Bengkulu Selatan Tekankan Aksi Nyata, Rakor Bappeda Litbang Fokus Percepatan Pembangunan Desa
Ia menambahkan, harga tersebut berlaku untuk semua jenis TBS atau yang dikenal sebagai TBS universal. Namun demikian, harga bisa lebih tinggi apabila petani mengantarkan langsung ke lapak atau tempat penampungan tertentu.
Secara terpisah, KTU PT Sinar Bengkulu Selatan (SBS), Softjan Tjiawi, juga mengonfirmasi adanya perubahan harga TBS. Menurutnya, fluktuasi nilai tukar dolar sangat berpengaruh terhadap harga CPO.
BACA JUGA:PPPK PW Nakes Bengkulu Selatan Harapkan Kesetaraan Gaji, DPRD Siap Perjuangkan
“Perubahan kurs dolar memang berdampak langsung pada harga CPO. Ketika rupiah menguat, harga CPO cenderung meningkat,” jelasnya.
Ia juga menyampaikan bahwa perbedaan harga antar pabrik merupakan hal yang wajar, mengingat adanya variasi biaya operasional dan faktor lainnya. Meski demikian, selisih harga tersebut tidak terlalu signifikan.
BACA JUGA:Pantai Pasar Bawah Bersih Bersinar, Polres Bengkulu Selatan Sukseskan Gempar Gempita
Softjan menyarankan agar petani yang menginginkan harga lebih tinggi dapat mengantarkan TBS langsung ke pabrik. Ia juga menegaskan komitmen pihaknya untuk menjaga stabilitas harga ke depan.
“Kami berharap harga TBS dapat semakin stabil ke depannya,” pungkasnya. (rzn)
Sumber:


