Sawit Kuasai Bantaran Sungai, Bupati Bengkulu Selatan Wacanakan Program Tanam Bambu
Bupati Bengkulu Selatan, Rifai Tajudin mewacanakan program tanam bambu di sepanjang DAS-istimewa-dokumen
RASELNEWS.COM - Pemerintah Kabupaten Bengkulu Selatan mewacanakan langkah strategis dalam menjaga kelestarian lingkungan dan menekan risiko bencana alam dengan mendorong penanaman bambu di seluruh Daerah Aliran Sungai (DAS).
BACA JUGA:Honda Luncurkan Skutik Baru, Harga Mulai Rp25 Jutaan
Wacana tersebut disampaikan langsung oleh Bupati Bengkulu Selatan, H. Rifai Tajudin, sebagai respons atas kondisi DAS di wilayahnya yang dinilai semakin rentan terhadap abrasi dan banjir.
BACA JUGA:Samsung Galaxy A57 Siap Rilis Februari 2026, Desain Mirip Galaxy S26 dan Performa Melonjak
Bupati mengungkapkan, saat ini banyak kawasan DAS di Bengkulu Selatan mengalami alih fungsi lahan yang tidak sesuai dengan peruntukannya.
BACA JUGA:Kabar Tes CPNS 2026, Ini Tahapan Lengkap dan Formasi Prioritas, Segera Siapkan Berkas
Salah satu yang paling disorot adalah maraknya penanaman kelapa sawit di sepanjang bantaran sungai.
Kondisi ini dinilai berdampak serius terhadap keseimbangan lingkungan, terutama dalam menjaga kestabilan tanah dan aliran air.
BACA JUGA:Jadwal Libur dan Cuti Bersama Februari, Ada Juga 4 Bulan di Tahun 2026 Tanpa Tanggal Merah
“DAS seharusnya menjadi kawasan penyangga alami. Namun kenyataannya, banyak yang sudah ditanami sawit. Akar sawit tidak mampu menahan tanah sekuat tanaman bambu, sehingga saat hujan deras, tanah mudah tergerus dan sungai meluap,” ujar H. Rifai Tajudin.
BACA JUGA:Suzuki Carry Minivan 2026: Irit, Tangguh, dan Nyaman untuk Beragam Kebutuhan
Menurutnya, banjir yang kerap melanda sejumlah wilayah di Bengkulu Selatan tidak hanya disebabkan oleh tingginya curah hujan, tetapi juga akibat rusaknya fungsi DAS.
BACA JUGA:5 Inspirasi Desain Tangga Hemat Ruang untuk Rumah Mungil
Abrasi di sepanjang sungai terus terjadi karena minimnya vegetasi yang memiliki sistem perakaran kuat untuk menahan tanah.
Dalam konteks itu, bambu dinilai sebagai solusi yang tepat. Selain memiliki akar serabut yang rapat dan kuat untuk menahan erosi, bambu juga mampu menyerap air dalam jumlah besar sehingga dapat mengurangi limpasan air permukaan.
BACA JUGA:Mobil Listrik Pertama Suzuki Siap Masuk Indonesia, Sekali Cas Tembus 500 Km?
Keberadaan bambu di sepanjang DAS diharapkan dapat mengembalikan fungsi sungai sebagai pengendali alami banjir.
“Bambu ini tanaman yang ramah lingkungan, cepat tumbuh, dan sangat efektif menahan abrasi. Kalau DAS kita ditanami bambu secara konsisten, dampaknya akan sangat besar bagi pencegahan banjir,” jelas Bupati.
BACA JUGA:Polisi Kena OTT Polisi, Ini Kasusnya
Lebih jauh, Bupati juga menekankan bahwa program penanaman bambu tidak hanya berdimensi lingkungan, tetapi juga memiliki nilai ekonomi bagi masyarakat.
BACA JUGA:Intip 'Jeroan' Yamaha R15M 2026, Motor Sport Fairing yang Dibanderol Rp 47 Jutaan
Bambu dapat dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan, mulai dari bahan bangunan, kerajinan, hingga produk bernilai jual lainnya, sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan warga desa.
Untuk merealisasikan wacana tersebut, Pemerintah Kabupaten Bengkulu Selatan akan menggandeng para kepala desa yang wilayahnya dilintasi DAS.
BACA JUGA:Bajaj Chetak C25 Meluncur, Motor Listrik Murah Setara Wave Alpha, Bisa Ngecas Saat Berkendara
Kolaborasi ini dinilai penting mengingat pemerintah desa memiliki kewenangan dan kedekatan langsung dengan masyarakat serta kondisi lapangan.
“Kami akan melibatkan para kades untuk mencari solusi terbaik, termasuk penataan ulang lahan di sepanjang DAS. Ini perlu kesepahaman bersama, karena tujuan utamanya adalah keselamatan masyarakat dan kelestarian lingkungan,” tegasnya.
BACA JUGA:Pendaftaran SNBP 2026 Sudah Dibuka, Catat Jadwal, Syarat, dan Tahapan Lengkapnya di Sini
Bupati berharap, melalui sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah desa, dan masyarakat, upaya penanaman bambu di seluruh DAS Bengkulu Selatan dapat menjadi langkah konkret dan berkelanjutan dalam mencegah abrasi, menekan potensi banjir, serta menjaga keseimbangan ekosistem sungai untuk generasi mendatang. (*)
Sumber: