Baru Dibangun, Jembatan Senilai Rp 16 Miliar di Seluma Sudah Jebol

Baru Dibangun, Jembatan Senilai Rp 16 Miliar di Seluma Sudah Jebol

Jembatan Matan penghubung Desa Pasar Seluma Kecamatan Seluma Selatan dan Desa lainnya di Kecamatan Ilir Talo jebol. Padahal baru dibangun dengan harga Rp 16 miliar-Fauzan-rasel

RASELNEWS.COM - Masyarakat di Kecamatan Seluma Selatan dan Ilir Talo harus waspada.

 

Pasalnya, saat ini jembatan penghubung kedua kecamatan yang ada di wilayah Kecamatan Seluma Selatan, atau Jembatan  Matan sudah jebol. Bahkan rawan untuk dilewati oleh kendaraan. 

 

BACA JUGA:Banjir Bengkulu 2026: Dari Krisis Lingkungan Menuju Dugaan Kejahatan Ekologis Terstruktur

 

Salah seorang masyarakat Desa Rawa Indah, Andi Wijaya mengatakan, jembatan Matan saat ini berbahaya dilalui.

 

Karena sudah jebol, kemudian bagian bawah lantai pangkal jembatan tidak diisi dengan timbunan serta berlobang.

 

BACA JUGA:Rekomendasi Motor Listrik untuk Wanita: Desain Stylish, Bobot Ringan, dan Nyaman untuk Harian

 

Sehingga mengkhawatirkan lantai pangkal jembatan bisa kembali amblas jika dilalui oleh kendaraan yang melintas.

 

"Jembatan Matan yang baru dibangun sekitar dua bulan yang lalu saat ini sudah jebol. Hal ini tentunya menjadi pertanyaan. Karena anggaran pembangunan jembatan ini menelan dana sebesar Rp 16 miliar. Tapi justru jebol dan lantai pangkal jembatan bolong. Tidak ada isinya, ini rawan amblas lagi jika dilalui kendaraan," kata Andi Wijaya. 

 

BACA JUGA:Pengisian BBM Non-Subsidi di Bengkulu Selatan Dibatasi, Distribusi Dijaga Tetap Stabil

 

Menurutnya, saat ini masyarakat meminta agar Pemkab Seluma, Pemprov Bengkulu serta pihak terkait bisa menyelesaikan masalah ini.

 

Karena jembatan ini merupakan akses penghubung serta sarana vital bagi masyarakat untuk mengangkut hasil pertanian di wilayah Kecamatan Ilir Talo. 

 

BACA JUGA:Rekomendasi Motor Listrik Berstandar IP67, Tangguh Hadapi Genangan dan Hujan Deras

 

"Kami minta agar segera ditindaklanjuti. Karena ini merupakan fasilitas pendukung akses masyarakat untuk bisa mengeluarkan hasil pertanian," pungkasnya. (rwf)

Sumber: