7 Tanda Mobil Harus Ganti Oli, Jangan Abaikan Sebelum Mesin Rusak
Anda wajib mengetahui tanda oli mesin kendaraan harus segera diganti-Istimewa-Dokumen
RASELNEWS.COM - Perawatan kendaraan bermotor, khususnya mobil, menjadi hal penting yang tidak boleh diabaikan oleh pemilik kendaraan. Salah satu komponen vital yang harus diperhatikan adalah oli mesin.
BACA JUGA:Mobil Listrik 7-Seater Paling Gahar di Indonesia: Kabin Super Lega, Biaya Jalan Setara Motor!
Keterlambatan mengganti oli dapat berdampak pada penurunan performa hingga kerusakan serius pada mesin.
Sejumlah tanda dapat dikenali sebagai indikasi mobil sudah waktunya melakukan penggantian oli. Di antaranya adalah perubahan warna oli menjadi hitam pekat dan kental.
BACA JUGA:Rekomendasi Motor Listrik untuk Wanita: Desain Stylish, Bobot Ringan, dan Nyaman untuk Harian
Oli yang masih layak pakai umumnya berwarna kuning kecokelatan, sedangkan oli yang menghitam menandakan sudah tercampur kotoran dan kehilangan fungsi pelumasannya.
Selain itu, suara mesin yang terasa lebih kasar dan berisik juga menjadi tanda oli tidak lagi bekerja optimal. Pengemudi juga biasanya merasakan tarikan mobil yang lebih berat dan kurang responsif saat digunakan.
BACA JUGA:6 Rekomendasi HP Murah Kamera Juara April 2026: Hasil Foto Tajam, Siap Saingi iPhone
Tanda lainnya yang tidak boleh diabaikan adalah munculnya indikator oli di dashboard. Kondisi ini mengindikasikan adanya masalah pada tekanan atau volume oli yang perlu segera ditangani.
BACA JUGA:Pilihan Motor Bekas Paling Irit dan Jarang Rewel, Hemat Biaya dan Minim Perawatan!
Bahkan, dalam beberapa kasus, muncul bau terbakar dari mesin akibat oli yang sudah terlalu lama digunakan.
Perubahan pada asap knalpot yang menjadi lebih pekat juga bisa menjadi indikasi oli sudah tidak layak pakai.
Oleh karena itu, pemilik kendaraan disarankan rutin mengecek kondisi oli menggunakan dipstick untuk memastikan volumenya tetap dalam batas normal.
Seorang mekanik bengkel, Totoya, mengingatkan pentingnya melakukan penggantian oli secara berkala guna menjaga performa mesin tetap optimal.
BACA JUGA:Pajak STNK Motor Listrik 2026: Lebih Murah hingga 90% Dibanding Motor Biasa
“Banyak pemilik mobil yang menunda ganti oli karena merasa mobilnya masih bisa dipakai. Padahal, oli yang sudah kotor bisa mempercepat keausan komponen mesin,” ujar Totoya.
Ia menjelaskan, idealnya penggantian oli dilakukan setiap 5.000 hingga 10.000 kilometer atau setiap 3 sampai 6 bulan, tergantung jenis oli dan intensitas penggunaan kendaraan.
“Kalau sering dipakai untuk perjalanan jauh atau kondisi jalan yang macet, sebaiknya ganti oli lebih cepat dari jadwal normal,” tambahnya.
Dengan melakukan perawatan rutin, khususnya penggantian oli tepat waktu, pemilik mobil tidak hanya menjaga performa kendaraan tetap prima, tetapi juga dapat menghindari biaya perbaikan yang lebih besar di kemudian hari. (*)
Sumber:


