Harga TBS Sawit di Bengkulu Paling Rendah, Ini Daftar Harga TBS Sawit di Indonesia
Harga TBS sawit di sejumlah daerah mengalami perbedaan yang cukup mencolok-Istimewa-Dokumen
RASELNEWS.COM - Harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit di Indonesia pada Senin, 13 April 2026 menunjukkan perbedaan mencolok antarprovinsi.
Dari data terbaru, Provinsi Riau tercatat sebagai daerah dengan harga tertinggi, sementara Bengkulu masih berada di posisi terendah.
BACA JUGA:Masyarakat Muara Sahung Kembali Demo PN Bintuhan dan DPRD Kaur, Ini Tuntutannya
Di Riau, harga TBS untuk kategori mitra plasma dengan umur tanaman 10–20 tahun mencapai Rp4.075 per kilogram, bahkan mendekati level tertinggi nasional.
Sumatera Utara juga mengikuti dengan harga kompetitif di angka Rp4.065,95/kg untuk kategori yang sama.
Sebaliknya, Bengkulu menjadi provinsi dengan harga paling rendah. Meski pemerintah daerah menetapkan harga acuan di kisaran Rp3.142/kg, realisasi di tingkat pabrik kelapa sawit (PKS) masih berada di bawah Rp3.000/kg.
Sementara itu, provinsi lain berada di posisi tengah. Kalimantan Barat mencatat harga Rp3.726,28/kg untuk umur 10–20 tahun, sedangkan Kalimantan Timur berada di angka Rp3.195,05/kg.
BACA JUGA:Rekomendasi Parfum Lokal dengan Aroma Segar dan Elegan Sepanjang Hari
Salah seorang petani sawit, Ikun Mitra, mengaku perbedaan harga ini cukup dirasakan oleh petani di daerah dengan harga rendah. Ia berharap adanya kebijakan yang dapat menstabilkan harga agar lebih merata.
“Kami tentu berharap harga bisa lebih baik dan tidak terlalu jauh selisihnya dengan daerah lain. Kalau selisihnya besar, petani di daerah seperti kami yang paling terdampak,” ujar Ikun.
BACA JUGA:5 Laptop Touchscreen Murah Terbaik 2026: Fungsional, Fleksibel, dan Ramah di Kantong
Menurutnya, selain faktor pasar, akses kemitraan dengan pabrik juga sangat menentukan harga yang diterima petani. Petani yang tergabung dalam kemitraan umumnya mendapatkan harga lebih tinggi dibandingkan petani mandiri.
Perbedaan harga antarprovinsi ini dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti kualitas dan umur tanaman, pola kemitraan, hingga kebijakan penetapan harga di masing-masing daerah.
Sumber: dihimpun dari berbagai sumber


