Usai Amblas, Jembatan Matan Mulai Diperbaiki

Usai Amblas, Jembatan Matan Mulai Diperbaiki

Usai Amblas, Jembatan Matan Mulai Diperbaiki-istimewa-dokumen

RASELNEWS.COM, TAIS – Setelah sempat menjadi sorotan masyarakat akibat kondisi amblas, Jembatan Matan yang menghubungkan Desa Pasar Seluma, Kecamatan Seluma Selatan, dengan Desa Rawa Indah, Kecamatan Ilir Talo, kini mulai diperbaiki.

 

Berdasarkan pantauan di lapangan, puing-puing beton dari lantai jembatan yang telah dihancurkan menggunakan alat berat menunjukkan tidak adanya rangka besi sebagai tulangan penguat. Proyek pembangunan jembatan tersebut diketahui dikerjakan oleh PT Roda Teknindo Pura Jaya dengan nilai anggaran mencapai Rp16 miliar yang bersumber dari dana hibah BNPB.

BACA JUGA:PKB Seluma Ajukan Lima Kandidat PAW DPRD, Tunggu Keputusan DPP

 

Salah seorang warga Desa Rawa Indah yang kerap melintasi jalur tersebut, Andi Wijaya, menilai perencanaan dan pelaksanaan proyek jembatan tersebut menimbulkan banyak pertanyaan. Ia menyebut konstruksi yang ada tidak tampak dirancang berdasarkan analisis yang matang.

 

“Seharusnya perencanaan dilakukan dengan analisa yang jelas. Banjir dengan skala seperti kemarin saja sudah membuat jembatan ambruk, apalagi jika terjadi pasang laut yang lebih besar,” ujarnya.

BACA JUGA:Sat Reskrim Polres Seluma Lakukan Pulbaket Terkait Dugaan Bullying Murid SD

 

Ia juga mengungkapkan, berdasarkan informasi dari pekerja di lapangan, struktur sabuk jembatan dinilai tidak memadai karena kedalaman besi penyangga hanya sekitar tiga meter. Kondisi tersebut dinilai berpotensi memudahkan air masuk ke bagian bawah konstruksi.

 

Lebih lanjut, Andi mengkhawatirkan bagian oprit jembatan di sisi Desa Rawa Indah juga berpotensi mengalami kerusakan serupa. Hal ini disebabkan oleh struktur yang dianggap sama dengan bagian yang telah amblas, ditambah faktor cuaca ekstrem yang sulit diprediksi di wilayah tersebut.

BACA JUGA:Jumlah ASN Membludak, Tahun 2026 Pemkab Seluma Tidak Usulkan Pengadaan CPNS

 

“Bagian menuju Rawa Indah kemungkinan bisa ambruk juga ke depan karena strukturnya serupa. Selain itu, kondisi cuaca di Seluma tidak menentu, dan sewaktu-waktu bisa terjadi banjir atau pasang air laut,” katanya.

 

Dari hasil pengamatan di lokasi, konstruksi jembatan juga dinilai kurang kuat, terutama pada bagian timbunan di bawah lantai jembatan yang seharusnya melalui proses pemadatan terukur. Material yang digunakan pun diduga tidak memenuhi standar, karena hanya menggunakan pasir dari sekitar lokasi tanpa campuran material seperti koral yang dipadatkan secara optimal.

BACA JUGA:DKP Seluma Akan Gelar Bazar Murah Setiap Hari Besar

 

Perbaikan yang tengah dilakukan diharapkan dapat meningkatkan kualitas konstruksi sehingga jembatan dapat kembali berfungsi secara aman dan tahan terhadap kondisi cuaca ekstrem. (rwf)

 

Sumber: