Gigitan Hewan Penular Rabies Meningkat, Stok Vaksin di Seluma Menipis
Gigitan Hewan Penular Rabies Meningkat, Stok Vaksin di Seluma Menipis-Ilustrasi-dokumen
RASELNEWS.COM, TAIS – Masyarakat Kabupaten Seluma diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman gigitan hewan penular rabies (HPR) seperti anjing, kucing, dan kera. Warga juga diminta segera melapor dan mendatangi fasilitas kesehatan apabila mengalami gigitan untuk mendapatkan penanganan medis secepatnya.
Kondisi tersebut diperparah dengan menipisnya stok vaksin anti rabies (VAR) di Dinas Kesehatan (Dinkes) Seluma. Saat ini, persediaan vaksin hanya tersisa tujuh vial dan tidak mencukupi kebutuhan penanganan kasus gigitan yang terus meningkat.
BACA JUGA:Wabup Seluma Dorong Penguatan Pokja Mangrove, Tekankan Peran Strategis Ekosistem Pesisir
Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Seluma, Erlan Suadi, didampingi Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Sasmi, menjelaskan bahwa jumlah vaksin yang tersedia saat ini sangat terbatas.
“Stok vaksin VAR saat ini hanya tujuh vial. Ini tidak mencukupi untuk kebutuhan kita saat ini, tujuh vial itu hanya untuk tiga orang,” ujarnya.
BACA JUGA:Wabup Seluma Lantik Pj Kades dan PAW Anggota BPD
Menurut Dinkes Seluma, tingginya angka kasus gigitan menjadi salah satu penyebab cepatnya penurunan stok vaksin. Hingga akhir Maret 2026, tercatat sebanyak 121 kasus gigitan hewan penular rabies di wilayah tersebut.
Menindaklanjuti kondisi ini, Dinkes Seluma telah mengajukan permintaan tambahan vaksin kepada Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu dan masih menunggu proses distribusi.
BACA JUGA:Seluma Nol Kasus Campak, Dinkes Tetap Gencarkan Imunisasi
“Sudah kami usulkan, saat ini masih menunggu distribusi dari Dinkes Provinsi,” tambah Sasmi.
Ia juga menyampaikan bahwa kasus gigitan HPR masih tergolong tinggi dalam tiga tahun terakhir. Pada 2023 tercatat 276 kasus, meningkat menjadi 344 kasus pada 2024, kemudian 311 kasus pada 2025. Sementara hingga Maret 2026, sudah terjadi 121 kasus, dengan dominasi gigitan anjing.
BACA JUGA:Latsar Masih Berlangsung, SK 100 Persen CPNS Seluma Belum Diusulkan
Dinkes Seluma mengimbau masyarakat agar tidak menyepelekan gigitan hewan dan segera melakukan penanganan awal di puskesmas terdekat untuk mendapatkan vaksinasi dan perawatan medis.
“Kasusnya masih cukup tinggi, namun dari seluruh gigitan belum ada yang dinyatakan positif rabies,” pungkasnya. (rwf)
Sumber:


