Anggaran Rp230 Miliar Disetujui, Pelabuhan Linau Kaur Segera Direvitalisasi

Anggaran Rp230 Miliar Disetujui, Pelabuhan Linau Kaur Segera Direvitalisasi

Pelabuhan Linau Kaur segera direvitalisasi-Julianto-Radar Selatan

RASELNEWS.COM - Pemerintah pusat hampir dikatakan sudah menyetujui anggaran sebesar Rp230 miliar yang dialokasikan khusus untuk merevitalisasi total Pelabuhan Linau di Kabupaten Kaur.

Proyek raksasa ini diproyeksikan akan mengubah status pelabuhan tersebut menjadi Pelabuhan Pengumpul yang akan menjadi urat nadi distribusi barang di wilayah selatan Bengkulu.

BACA JUGA:Ketua Bhayangkari Cabang Kaur Sosialisasikan Pencegahan Kekerasan Seksual di SMPN 1 Kaur

"Anggaran besar ini adalah jawaban atas usulan kita untuk menjadikan Linau sebagai pusat logistik yang modern," ujar Kepala Bapperida Kaur, Dr. Ir. Hiftario Syahputra, S.T., M.Si 

Rencana besar ini mencakup pembangunan infrastruktur vital seperti Dermaga 2 dan Dermaga 3 guna memperluas daya tampung kapal-kapal besar yang akan bersandar.

BACA JUGA:Investasi Akhlak: Pemkab Kaur dan Baznas Hadirkan Beasiswa untuk Penghafal Al-Qur’an

Selain perluasan dermaga, pembangunan pemecah gelombang atau breakwater juga menjadi prioritas untuk menjamin keamanan operasional dari tantangan ombak Samudera Hindia.

"Perombakan fisik secara menyeluruh ini dilakukan agar pelabuhan memiliki standar keamanan dan kapasitas yang jauh lebih mumpuni," kata Dr. Hiftario Syahputra . 

BACA JUGA:Pemkab Kaur Optimistis Program KNMP Kembali Diperluas Tahun Ini

Sebagai langkah awal, saat ini pemerintah daerah bersama pemerintah pusat tengah bersinergi melakukan pematangan dokumen teknis yang menjadi syarat mutlak pembangunan.

Proses ini melibatkan penyusunan Detail Engineering Design (DID) serta Rencana Induk Pelabuhan (RIP) yang difasilitasi langsung oleh Kementerian Perhubungan dan Ditjen Perhubungan Laut.

BACA JUGA:Investasi Akhlak: Pemkab Kaur dan Baznas Hadirkan Beasiswa untuk Penghafal Al-Qur’an

"Kami sedang mengawal ketat penyusunan DID dan RIP agar seluruh rencana pembangunan memiliki landasan hukum dan teknis yang kuat," tegas Hiftario.

Seluruh persiapan ini ditargetkan rampung tepat waktu sehingga aktivitas konstruksi di lapangan dapat segera dimulai sesuai dengan lini masa yang telah ditetapkan.

Sumber: bapperida kaur