Libatkan Kemenkes dan Unair, Dinkes Bengkulu Selatan Matangkan Program Kesehatan Tahun 2027
Kepala Dinas Kesehatan Bengkulu Selatan Didi Ruslan, SKM., M.Si., bersama jajaran, narasumber dari Biro Perencanaan dan Anggaran Kementrian Kesehatan Republik Indonesia, Universitas Airlangga serta para peserta berfoto bersama usai Workshop Finalisasi dan-Istimewa-rasel
BENGKULU SELATAN - Upaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di Kabupaten BENGKULU SELATAN mulai diarahkan lebih terukur dan tepat sasaran.
Memasuki persiapan program tahun 2027, Dinas Kesehatan (Dinkes) Bengkulu Selatan mematangkan rencana kerja dengan melibatkan pemerintah pusat dan akademisi.
Langkah tersebut dilakukan melalui Workshop Finalisasi dan Sosialisasi Rencana Kerja Dinas Kesehatan Kabupaten Bengkulu Selatan Tahun 2027, yang digelar di Hotel Marina Bengkulu Selatan pada Rabu, 30 September 2026.

Workshop ini tidak hanya menjadi forum untuk memfinalisasi dokumen perencanaan, tetapi juga menjadi ruang untuk menyelaraskan program kesehatan dengan kebutuhan masyarakat serta kondisi pelayanan kesehatan di daerah.
Kegiatan ini merupakan hasil kerja sama Biro Perencanaan dan Anggaran Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dengan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga.
Kepala Dinkes Bengkulu Selatan, Didi Ruslan SKM, M.Si mengatakan, perencanaan yang matang menjadi bagian penting dalam memastikan program kesehatan yang dilaksanakan pemerintah daerah benar-benar memberikan dampak terhadap masyarakat.
Menurutnya, dukungan dan arahan dari pemerintah pusat maupun pihak akademisi dibutuhkan agar penyusunan program tidak hanya berorientasi pada kegiatan, tetapi juga memiliki sasaran yang jelas sesuai kebutuhan masyarakat.

“Pemerintah daerah sangat membutuhkan dukungan, dorongan serta arahan dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, khususnya pelayanan kesehatan. Melalui workshop ini, rencana kerja dan pelayanan yang akan diberikan kepada masyarakat dapat memiliki sasaran yang lebih tepat sehingga pelayanan dapat maksimal,” kata Didi.
Ia berharap hasil finalisasi tersebut nantinya dapat menjadi pedoman bagi Dinkes beserta jajaran dalam menjalankan berbagai program kesehatan sepanjang 2027.
Didi menilai, kualitas pelayanan kesehatan tidak hanya ditentukan oleh pelaksanaan di lapangan, tetapi juga sangat bergantung pada kualitas perencanaan sejak awal. Karena itu, setiap program yang dirancang diharapkan mampu menjawab persoalan kesehatan yang benar-benar dihadapi masyarakat Bengkulu Selatan.
Sementara itu, Ketua Tim Pendampingan Tata Kelola Program Kesehatan, Aris Diyanto, SKM., M.Si mengatakan, penyusunan rencana kerja merupakan salah satu tahapan penting dalam upaya memperkuat pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
Menurut Aris, peningkatan pelayanan kesehatan membutuhkan sinergi berbagai pihak, terutama pemerintah daerah sebagai pelaksana program di tingkat daerah.
Sumber:


