BENGKULU SELATAN, RASELNEWS.COM - Tarif listrik non subsidi secara merata telah mengalami kenaikan. Total kenaikan tarif mencapai Rp245,83 per kWh.
Kenaikan sesuai ketetapan Kementerian ESDM guna optimalisasi layanan energi listrik serta stabilitas ekonomi. Khusus golongan pelanggan rumah tangga R2 dengan daya 3.500 volt ampere (VA) hingga 5.500 VA, saat ini tarif ditetapkan sebesar Rp1.699,53 per kWh dari sebelumnya 1.444,70 per kWh atau naik sekitar Rp254,83. Tak hanya kelas rumah tangga, kelas pelanggan pelanggan pemerintah (P1) juga alami kenaikan. Mulai daya 200 kVA keatas, tarif listrik naik hingga Rp408.14 per kWh. BACA JUGA:Direktur PLN Pastikan Tidak Ada Penghapusan Listrik Golongan 450 VA, Simak Penjelasannya “Ketetapan ini telah berlaku sejak Agustus lalu, namun masih ada penyesuaian daya yang digunakan. Khusus pelanggan rumah tangga, kisaran tarif listriknya masih dibawah dua ribu rupiah per kWhnya,” ujar Manager PT. PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Manna, Dedi Mulyadi. Naiknya tarif listrik tentu berpengaruh bagi pembayaran listrik pelanggan. Untuk itu, pelanggan perlu melakukan simulasi hitung pembayaran listrik agar tidak panik saat melunasi tagihan listrik. “Penyesuaian tarif tak hanya untuk pelanggan listrik pasca bayar, namun pelanggan pra bayar (pulsa) juga berlaku,” kata Dedi. BACA JUGA:35 Warga Bakal Terima Listrik Gratis Meski demikian, kenaikan tarif listrik tak berpengaruh bagi aliran daya listrik kepada pelanggan. PLN mengklaim terus mengoptimalkan aliran daya listrik bagi pelanggan demi menyokong aktifitas masyarakat berbasis ekonomi. “Khusus untuk pelanggan R1 yang dayanya terbatas, saat ini kami sarankan untuk naik daya. Sebab, layanan naik daya masih disubsidi pemerintah pusat,” beber Dedi. Lalu bagaimana untuk pelanggan listrik subsidi? Dedi mengaku sejauh ini tidak ada informasi perubahah tarif listrik subsidi. Pasalnya, pemerintah pusat telah menyiapkan anggaran khusus untuk mendorong subdisi listrik kelas ekonomi dan masyarakat pra sejahtera. BACA JUGA:Kaur Tak Akan Bebas dari Pemadaman Listrik, Nih Penyebab Utamanya “Listrik subsidi masih dikisaran masih kisaran Rp 1000 per kWhnya. Artinya, bayaran listrik per bulan tetap sama dengan periode sebelumnya,” terang Dedi. Sementara untuk total pelanggan, ia mengaku PT. PLN ULP Manna membawahi 56 ribu pelanggan listrik. Baik kelas rumah tangga industri dan pemerintah. Dari total ini, sekitar 30 ribu pelanggan masih menggunakan listrik pasca bayar dengan rentang daya 450 VA-900 VA. (rzn)Tarif Listrik Non Subsidi Pasca dan Pra Bayar Naik Rp254,83
Jumat 23-09-2022,20:16 WIB
Reporter : admin53radarselatan
Editor : admin53radarselatan
Tags : #tarif listrik subsidi naik
#pra bayar
#pln manna
#pasca bayar
#listrik subsidi
#bengkulu selatan
Kategori :
Terkait
Rabu 30-09-2026,15:16 WIB
Libatkan Kemenkes dan Unair, Dinkes Bengkulu Selatan Matangkan Program Kesehatan Tahun 2027
Selasa 01-09-2026,19:41 WIB
Antisipasi Balap Liar dan 3C, Polres Bengkulu Selatan Giatkan Patroli KRYD
Senin 18-05-2026,19:39 WIB
Musancab PDI Perjuangan Bengkulu Selatan, Mian: Kader Harus Bekerja Tanpa Pamrih untuk Rakyat
Selasa 12-05-2026,13:13 WIB
Akses Jalan ke Transmigrasi Tanjung Aur II Memprihatinkan, Guru dan Warga Menjerit
Minggu 10-05-2026,06:00 WIB
Hari Ini Sejumlah Wilayah di Bengkulu Selatan Mati Lampu, Ini Kata PLN
Terpopuler
Rabu 30-09-2026,15:16 WIB
Libatkan Kemenkes dan Unair, Dinkes Bengkulu Selatan Matangkan Program Kesehatan Tahun 2027
Terkini
Rabu 30-09-2026,15:16 WIB
Libatkan Kemenkes dan Unair, Dinkes Bengkulu Selatan Matangkan Program Kesehatan Tahun 2027
Selasa 22-09-2026,15:39 WIB
Polres Bengkulu Selatan Berhasil Ungkap Sindikat Penipuan Modus Bansos, 4 Pelaku Ditangkap
Selasa 01-09-2026,19:41 WIB
Antisipasi Balap Liar dan 3C, Polres Bengkulu Selatan Giatkan Patroli KRYD
Kamis 04-06-2026,23:58 WIB
Keunggulan Popok Dewasa Parenty yang Bikin Kulit Lansia Bebas Iritasi Seharian
Rabu 03-06-2026,18:53 WIB