Masuk Angin Jangan Disepelekan, Pakar Kesehatan Ungkap Risiko Penyakit Serius

Kamis 29-01-2026,12:30 WIB
Reporter : Gio
Editor : Gio

RASELNEWS.COM - Masuk angin selama ini kerap dianggap sebagai keluhan kesehatan ringan yang tidak memerlukan penanganan khusus. 

Banyak masyarakat memilih mengatasinya secara mandiri dengan kerokan, minum jamu, atau mengoleskan minyak kayu putih. 

BACA JUGA:Ternyata Segini Gaji YouTuber 5.000 Subscribers, 7 Faktor Jadi Penentu

Namun, pandangan tersebut dinilai perlu diluruskan. Pakar kesehatan mengingatkan bahwa masuk angin tidak boleh disepelekan, karena dapat menjadi gejala awal dari berbagai penyakit yang lebih serius.

Pakar kesehatan, Anjani Florentina menjelaskan ,istilah masuk angin sebenarnya tidak dikenal dalam dunia medis. 

BACA JUGA:Ingin Rehab Rumah Subsidi Tipe 36? Ini Perkiraan Biaya Lengkap Versi Tukang Profesional

Meski demikian, keluhan yang sering dikategorikan sebagai masuk angin--seperti meriang, badan terasa dingin, pegal-pegal, perut kembung, mual, hingga lemas--merupakan kumpulan gejala yang bisa mengarah pada berbagai gangguan kesehatan.

BACA JUGA:Komparasi Denza D9 vs Toyota Alphard Hybrid! Spesifikasi Hingga Harga Terbaru

“Masuk angin itu istilah masyarakat. Dalam medis, gejala tersebut bisa berkaitan dengan infeksi virus, gangguan pencernaan, kelelahan, penurunan daya tahan tubuh, bahkan pada kondisi tertentu bisa menyerupai gejala penyakit jantung,” ujar Anjani Florentina.

BACA JUGA:Toyota Raize 2026: Compact SUV Lincah, Irit, dan Kaya Fitur, Segini Harga Dan Estimasi Kreditnya

Ia menegaskan, masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan apabila keluhan masuk angin tidak kunjung membaik dalam dua hingga tiga hari. 

Terlebih jika disertai dengan demam tinggi, muntah terus-menerus, nyeri dada, sesak napas, atau pusing berat. 

BACA JUGA:ASN dan PPPK Wajib Tahu! Ini Aturan Terbaru Seragam Batik Korpri 2026, Berlaku di Hari dan Tanggal Tertentu

Kondisi tersebut, menurutnya, bukan lagi masuk angin biasa dan memerlukan pemeriksaan medis.

“Banyak kasus di lapangan, pasien datang ke fasilitas kesehatan dengan keluhan masuk angin, ternyata mengalami infeksi saluran pernapasan, gangguan lambung, hingga masalah jantung. Inilah yang membuat masuk angin tidak boleh dianggap sepele,” jelasnya.

BACA JUGA:Es Gabus Jajanan Lintas Generasi, Bahannya Gampang Didapat, Sudah Ada Zaman Kolonial Belanda

Jenis Obat dan Penanganan

Untuk masuk angin ringan, Anjani menyebutkan bahwa obat tradisional masih cukup efektif digunakan. 

Beberapa di antaranya adalah jahe, kencur, kunyit, dan ramuan herbal lain yang berfungsi menghangatkan tubuh serta membantu melancarkan pencernaan. 

BACA JUGA:Vivo Y500i 5G Resmi Meluncur: Baterai 7.200 mAh, Performa Cukup untuk Kebutuhan Harian?

Selain itu, minyak kayu putih atau balsem dapat digunakan untuk mengurangi rasa tidak nyaman dan perut kembung.

Di sisi lain, obat medis yang dijual bebas, seperti obat masuk angin cair atau tablet, vitamin C, serta obat pereda nyeri dan demam, juga dapat digunakan sesuai aturan pakai. 

BACA JUGA:Ini Jenis Besi Pagar Rumah yang Paling Banyak Dipilih, Mana yang Paling Awet?

Namun, Anjani mengingatkan agar masyarakat tidak mengonsumsi obat secara berlebihan atau tanpa memperhatikan kondisi kesehatan masing-masing.

“Bagi penderita penyakit tertentu seperti maag, jantung, atau hipertensi, penggunaan obat harus lebih berhati-hati dan sebaiknya dikonsultasikan dengan tenaga medis,” katanya.

BACA JUGA:PALING DIMINATI! Segini Harga Honda CBR250RR Terbaru 2026 dan Spesifikasi Lengkap Serta Keunggulannya

Perubahan Pola Hidup Jadi Kunci

Selain obat, Anjani menekankan pentingnya perubahan pola hidup dalam mengatasi dan mencegah masuk angin. 

Istirahat yang cukup, mengonsumsi makanan bergizi, menjaga asupan cairan, serta menghindari kelelahan dan begadang merupakan langkah sederhana namun efektif.

BACA JUGA:Cara Daftar PPPK BGN 2026: Cek Syarat, Formasi, hingga Jadwal Seleksi

Kerokan, menurutnya, boleh dilakukan selama tidak berlebihan dan tidak menimbulkan luka pada kulit. 

“Kerokan bisa membantu melancarkan peredaran darah, tetapi bukan solusi utama. Jangan sampai kerokan dijadikan alasan untuk menunda pemeriksaan ketika gejala makin berat,” ujarnya.

BACA JUGA:Motor Listrik Polytron Fox Series Unggul Berkat Sistem Sewa Baterai, Performa Tangguh, dan Desain Futuristik

Ia berharap masyarakat lebih bijak dalam menyikapi keluhan masuk angin dan tidak ragu mencari bantuan medis jika kondisi tidak kunjung membaik. 

Edukasi kesehatan dinilai penting agar masyarakat mampu membedakan keluhan ringan dengan tanda awal penyakit serius.

BACA JUGA:Mana yang Lebih Menguntungkan, Paylater atau Kartu Kredit? Kenali Perbedaannya

“Lebih baik memeriksakan diri sejak dini daripada terlambat mendapatkan penanganan. Masuk angin boleh dianggap ringan, tapi jangan sampai disepelekan,” pungkas Anjani Florentina. (**)

Kategori :