Di sisi lain, untuk biaya, tergantung dari harga satuan genteng atau seng. Tapi untuk biaya rangkanya saja, kata taufiq, lebih mahal rangka untuk atap genteng dibandingkan rangka yang menggunakan atap seng.
"Kalau penutupnya kan yang satu genteng yang satu seng, nah itu tergantung harga gentengnya. Seng bisa saja lebih mahal atau genteng bisa lebih mahal. (Tergantung jumlah genteng dan lebar seng?) Tergantung dari harga seng di daerah itu.
BACA JUGA:5 Jenis Tanaman Unik dan Cantik yang Bikin Rumah Lebih Estetik: Mulai Dari Paku Sampai Kantong Semar
Kalau misalnya pabriknya jauh, harga seng bisa lebih mahal dari genteng, kan ada ongkos kirimnya ke daerah tersebut, tapi kalau gentengnya didatangin dari jauh juga, ya lebih murah seng," jelasnya.
Salah satu aspek yang harus ada dan memiliki fungsi yang sangat penting untuk melindungi penghuni rumah adalah genteng.
Tidak hanya berguna untuk melindungi penghuni rumah dari panas dan hujan, genteng juga mempercantik tampilan rumah sehingga terlihat rapi dan nyaman baik untuk istirahat maupun aktivitas lainnya.
Namun perlu diperhatikan bahwa tidak semua jenis genteng tahan lama dan tetap bisa melindungi serta membuat nyaman rumah. Ada beberapa jenis genteng yang konon kualitasnya paling baik untuk melindungi rumah dalam jangka waktu lama.
BACA JUGA:10 Jenis Tanaman Cepat Panen dengan Keuntungan Besar, Cocok Dibudidayakan Pemula
Karena itu, Prabowo menginginkan seluruh atap bangunan di Indonesia ke depan menggunakan genteng. Program tersebut ia sebut sebagai gerakan gentengisasi nasional.
Menurut Prabowo, genteng merupakan material bangunan yang mudah diproduksi karena berbahan dasar tanah. Selain itu, biaya pembuatannya relatif terjangkau.
Ia bahkan berencana menghadirkan pabrik genteng di seluruh Koperasi Merah Putih agar program gentengisasi bisa berbasis ekonomi kerakyatan. Bahan baku genteng, kata Prabowo, dapat disuplai langsung dari koperasi. Demikian. (*)