Pagar Rumah Klasik atau Modern? Simak Perbedaan Biaya dan Desainnya

Rabu 18-02-2026,06:00 WIB
Reporter : Gio
Editor : Gio

RASELNEWS.COM - Perbandingan antara pagar rumah klasik dan modern kerap menjadi pertimbangan masyarakat sebelum membangun atau merenovasi hunian. 

BACA JUGA:Pangkogabwilhan I Tekankan Kesiapsiagaan Hadapi Ancaman Bencana di Bengkulu Selatan

Selain faktor estetika, biaya pembuatan dan perawatan juga menjadi alasan utama dalam menentukan pilihan. 

Perbedaan karakter desain membuat kedua jenis pagar ini memiliki keunggulan dan kekurangan masing-masing.

BACA JUGA:Model Kitchen Set Minimalis Terbaru 2026: Inspirasi Dapur Modern yang Fungsional dan Estetik

Ahli bangunan, Peran Ismail menjelaskan, secara umum pagar rumah klasik cenderung membutuhkan biaya lebih besar dibandingkan pagar modern minimalis. 

BACA JUGA:Kanopi Besi Hollow vs Baja Ringan: Mana Lebih Aman dan Menguntungkan untuk Rumah?

Hal ini dipengaruhi oleh jenis material serta tingkat kerumitan desain.

“Pagar klasik biasanya memakai besi tempa dengan banyak ornamen dan detail ukiran. Proses pembuatannya lebih rumit dan memakan waktu, sehingga otomatis biayanya lebih tinggi,” kata Peran Ismail.

BACA JUGA:6 Inspirasi Pagar Besi dengan Tanaman Rambat Paling Hits 2026, Tampilan Rumah Lebih Asri dan Estetik

Menurutnya, pagar klasik identik dengan tampilan mewah dan elegan. Desainnya banyak menggunakan motif lengkung, ukiran artistik, serta kombinasi warna seperti hitam dan emas. 

Model ini cocok diterapkan pada rumah berukuran besar atau hunian dengan konsep tradisional dan mediterania.

BACA JUGA:5 Inspirasi Desain Pagar Conwood Elegan dan Tahan Lama untuk Tampilan Rumah Lebih Berkelas

Namun, ia mengingatkan bahwa penggunaan pagar klasik pada rumah berukuran kecil justru bisa membuat tampilan terlihat berat dan kurang proporsional. 

Selain itu, perawatannya juga membutuhkan perhatian lebih karena banyaknya detail ornamen yang mudah menampung debu dan kotoran.

“Kalau rumahnya tipe kecil, pagar klasik yang terlalu ramai justru bisa membuat fasad terlihat sempit. Selain itu, pengecatan ulang juga lebih sulit karena banyak lekukan,” jelasnya.

Sementara itu, pagar modern dinilai lebih unggul dari sisi efisiensi biaya dan kesederhanaan desain. 

BACA JUGA:Ibadah Terbaik di Awal Ramadan, Tips Memaksimalkan Pahala Sejak Hari Pertama Puasa

Material yang umum digunakan antara lain besi hollow, baja ringan, atau kombinasi besi dengan kayu sintetis.

Bentuknya didominasi garis lurus dan pola geometris tanpa banyak ornamen.

“Pagar modern lebih sederhana, jadi biaya material dan ongkos pengerjaannya relatif lebih hemat. Cocok untuk rumah minimalis, termasuk tipe 36 atau 45,” kata Peran.

BACA JUGA:Listrik Padam di Bengkulu Selatan Akibat Hujan Badai, PLN Sebut JTM Putus di Depan Polres

Dari sisi tampilan, pagar modern memberikan kesan bersih, rapi, dan kekinian. Warna yang sering digunakan adalah hitam doff, abu-abu, putih, atau kombinasi cokelat kayu. 

Desain yang minimalis juga membuat rumah terlihat lebih luas dan tidak terlalu padat secara visual.

Peran menambahkan bahwa pagar modern juga lebih mudah dalam perawatan jangka panjang. 

Karena bentuknya simpel, proses pembersihan dan pengecatan ulang lebih cepat dan tidak membutuhkan banyak tenaga kerja.

BACA JUGA:Rekomendasi Menu Sahur Awal Ramadan yang Bikin Kenyang Lebih Lama dan Tetap Bertenaga

Dalam perhitungan kasar di lapangan, biaya pagar modern bisa lebih terjangkau karena minim detail dan menggunakan material standar. 

Sementara pagar klasik, selain materialnya lebih berat, pengerjaan detail ukiran juga memerlukan keahlian khusus, sehingga tarifnya lebih tinggi.

BACA JUGA:Honda Scoopy 2026 Resmi Hadir di Indonesia, Skutik Retro Stylish dengan Warna Lebih Fresh dan Fitur Modern

Meski demikian, ia menegaskan bahwa pilihan tetap harus disesuaikan dengan konsep rumah dan kemampuan anggaran pemilik. 

Jika menginginkan kesan prestisius dan artistik, pagar klasik masih menjadi pilihan yang tepat. 

Namun jika mempertimbangkan efisiensi biaya dan kemudahan perawatan, pagar modern lebih direkomendasikan.

BACA JUGA:Tren Rumah 2026: Desain Atap Limas Kembali Naik Daun, Modern dan Fungsional

“Semua kembali pada kebutuhan. Kalau fokusnya tampilan mewah dan rumahnya besar, pagar klasik bisa jadi pilihan. Tapi kalau ingin praktis, hemat, dan tetap menarik, pagar modern lebih rasional,” ungkapnya.

Selain faktor biaya dan tampilan, Peran juga menyarankan agar masyarakat memperhatikan kualitas material dan teknik pemasangan. 

Menurutnya, pagar yang kuat dan kokoh lebih penting dibanding sekadar mengejar desain.

BACA JUGA:Teras Tertutup Jadi Tren Hunian 2026: Solusi Cerdas Ruang Santai Privat yang Tetap Estetik

“Yang utama tetap fungsi keamanan. Desain boleh bagus, tapi struktur harus kuat. Jangan sampai hanya mengejar tampilan, tapi ketahanannya kurang,” tutup Peran Ismail. 

Dengan memahami perbandingan biaya dan tampilan antara pagar klasik dan modern, masyarakat diharapkan dapat menentukan pilihan yang tepat sesuai kebutuhan, konsep hunian, serta kondisi finansial. (*) 

Kategori :