RASELNEWS.COM - Pemilihan material atap menjadi salah satu faktor penting dalam pembangunan rumah.
Selain memengaruhi tampilan, jenis atap juga menentukan kenyamanan serta besarnya anggaran yang harus disiapkan.
BACA JUGA:Evolusi Hunian Tradisional: 8 Inspirasi Rumah Panggung Modern yang Kian Populer
Perbandingan antara atap seng dan genteng hingga kini masih menjadi pertimbangan utama masyarakat.
Ahli pertukangan, Karmin Mulyanto menjelaskan, masing-masing jenis atap memiliki kelebihan dan kekurangan, baik dari sisi biaya, ketahanan maupun kenyamanan.
BACA JUGA:Toples Lebaran Penuh Cerita: Jejak Tradisi dan Ragam Kue Kering Legendaris Nusantara
“Kalau bicara soal biaya awal pembangunan, seng memang cenderung lebih murah. Tapi kalau soal kenyamanan dan daya tahan jangka panjang, genteng lebih unggul,” ujar Karmin.
Seng Lebih Murah dan Praktis
Menurut Karmin, atap seng atau metal gelombang banyak dipilih karena harganya lebih terjangkau dan pemasangannya relatif cepat.
Untuk estimasi biaya, harga seng standar saat ini berkisar antara Rp50.000 hingga Rp90.000 per meter persegi, tergantung ketebalan dan kualitas lapisan pelindungnya.
BACA JUGA:Unik dan Bikin Nostalgia! Bocoran Realme 16 5G Hadirkan Cermin Kamera ala HP Jadul
Sementara ongkos pasang berkisar Rp25.000 hingga Rp40.000 per meter persegi.
“Jadi total kasar pemasangan atap seng bisa di kisaran Rp75.000 sampai Rp130.000 per meter persegi. Itu sudah termasuk material dan upah, tapi belum termasuk rangka atap,” jelasnya.
Selain lebih ringan sehingga tidak memerlukan rangka besar, seng juga mempercepat proses pengerjaan.
BACA JUGA:Apa yang Sebaiknya Dilakukan Setelah Sahur? Simak Tips Ini
Dalam sehari, tukang bisa memasang atap seng untuk luasan cukup besar.
Namun demikian, seng memiliki kekurangan. Suara hujan lebih keras dan panas matahari mudah merambat ke dalam ruangan jika tidak menggunakan lapisan peredam.
“Kalau tanpa insulasi tambahan, ruangan bisa terasa lebih gerah,” tambah Karmin.
BACA JUGA:Takaran dan Cara Mencampur Cat Tembok agar Hasil Halus dan Maksimal
Genteng Lebih Sejuk dan Tahan Lama
Sementara itu, genteng tanah liat maupun beton dinilai lebih unggul dari sisi kenyamanan. Material ini mampu meredam panas dan suara dengan lebih baik.
Untuk estimasi biaya, harga genteng tanah liat atau beton berkisar Rp80.000 hingga Rp150.000 per meter persegi, tergantung merek dan kualitas.
BACA JUGA:Baru Rilis Semewah Ini! HP Terbaru 2026 dengan Baterai Jumbo, Kamera 200 MP, dan Memori Lega
Ongkos pemasangan biasanya berada di kisaran Rp35.000 hingga Rp60.000 per meter persegi.
“Kalau ditotal, biaya atap genteng bisa mencapai Rp115.000 sampai Rp210.000 per meter persegi, belum termasuk rangka. Karena genteng berat, rangkanya juga harus lebih kuat, biasanya pakai baja ringan standar tebal,” ungkapnya.
BACA JUGA:Inspirasi Model Pintu Garasi Besi Lipat Minimalis Terbaru 2026
Meski biaya awal lebih tinggi, genteng memiliki umur pakai yang lebih panjang. Dengan kualitas baik dan pemasangan benar, genteng bisa bertahan hingga puluhan tahun.
Namun genteng juga memiliki kelemahan, seperti risiko retak atau pecah jika terinjak atau tertimpa benda keras.
BACA JUGA:Jendela Rumah Klasik yang Timeless dan Elegan, Ini 5 Inspirasi Modelnya
Sesuaikan dengan Anggaran dan Kebutuhan
Karmin menyarankan masyarakat untuk tidak hanya melihat harga material semata, tetapi juga mempertimbangkan kebutuhan, lokasi rumah, serta kemampuan anggaran.
“Kalau rumah berada di daerah panas dan ingin lebih nyaman, genteng lebih cocok. Tapi kalau dana terbatas dan ingin cepat selesai, seng masih jadi pilihan rasional,” tegasnya.
BACA JUGA:Pilihan Minuman Sehat Saat Berbuka Puasa Agar Tubuh Tetap Bugar Selama Ramadan
Ia juga mengingatkan agar memilih material berkualitas agar tidak menimbulkan biaya tambahan di kemudian hari akibat kerusakan atau penggantian dini.
Dengan memahami kelebihan, kekurangan, serta estimasi biaya per meter persegi, masyarakat diharapkan bisa menentukan jenis atap yang paling sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan finansial masing-masing. (*)