RASELNEWS - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengumumkan bahwa Indonesia telah menemukan sumber minyak mentah (crude) baru selain dari Timur Tengah.
Langkah ini diambil di tengah situasi geopolitik yang memanas di kawasan Timur Tengah, terutama terkait perang Iran melawan agresi Amerika Serikat (AS) dan Israel.
Bahlil menyatakan bahwa impor minyak mentah dari Timur Tengah hanya sekitar 20 persen, dan sekarang Indonesia telah menemukan sumber baru.
BACA JUGA:Cari Solusi Atasi Kekeringan, Bupati Tinjau Tebat Baghu
"Saya sampaikan ulangi lagi bahwa import crude kita dari Middle East itu 20 persen dan sekarang kami sudah menemukan sumber crude baru selain dari Middle East," ujarnya usai Rapat di Kemenko Perekonomian, Jumat (27/3).
Bahlil tidak mengungkap negara baru yang akan dibeli minyaknya, namun ia mengimbau masyarakat untuk tidak perlu khawatir karena stok BBM dalam negeri masih aman. "Stok BBM kita, insya Allah, dalam kondisi yang aman, standar minimal memenuhi syarat," katanya.
BACA JUGA:Jaga Kesehatan, Tetap Waspadai Penyakit Pasca Lebaran
Menurut Bahlil, stok BBM dalam negeri di atas kecukupan standar nasional, artinya dalam kondisi yang sangat aman.
Ia juga menambahkan bahwa pemerintah terus memantau situasi geopolitik global dan siap mengambil langkah-langkah untuk menjaga stabilitas energi nasional.
BACA JUGA:Wanita Pemilik SPPG Bengkulu Kritik Netizen yang Serang Program Makan Bergizi Gratis
Namun, Bahlil menyoroti bahwa tantangan saat ini adalah stok Liquefied Petroleum Gas (LPG), yang mencapai 70 persen impor.
Ia mengimbau masyarakat untuk bijaksana dalam menggunakan LPG. "LPG yang kita harus butuh effort bersama-sama dan ini harus kita, saya menyarankan kepada masyarakat untuk kita bijaksana dalam memakai LPG," pungkasnya. (dby)