RASELNEWS.COM - Tempe telah lama menjadi bagian tak terpisahkan dari pola makan masyarakat Indonesia. Namun, di tengah popularitasnya, muncul kekhawatiran terutama bagi penderita asam urat, bahwa konsumsi tempe dan produk kedelai dapat memicu peningkatan kadar asam urat. Benarkah demikian?
Artikel ini mengulas fakta tersebut berdasarkan bukti ilmiah dari penelitian pada manusia, bukan sekadar asumsi atau teori.
BACA JUGA:DPRD Bengkulu Selatan Minta Pelayanan Kesehatan di Puskesmas Dimaksimalkan
Kandungan Tempe dan Proses Fermentasi
Tempe merupakan produk olahan kedelai yang difermentasi menggunakan jamur Rhizopus oligosporus. Proses fermentasi ini tidak hanya meningkatkan cita rasa, tetapi juga mengubah komposisi nutrisi dalam kedelai, termasuk kandungan purin, senyawa yang sering dikaitkan dengan asam urat.
Hasilnya, tempe memiliki kandungan protein yang relatif tinggi, bahkan mencapai sekitar 20%, lebih tinggi dibandingkan produk kedelai lain seperti tahu (7,9%) atau kecap (5,5%).
BACA JUGA:Harus Tau, Ini 21 Layanan dan Penyakit yang Tidak Ditanggung BPJS Kesehatan per Maret 2026
Studi Besar: Konsumsi Kedelai dan Risiko Asam Urat
Salah satu penelitian paling komprehensif berasal dari Singapore Chinese Health Study. Studi kohort ini melibatkan lebih dari 63.000 orang dewasa, dengan 51.114 peserta yang bebas asam urat pada awal penelitian dan diikuti hingga tahun 2010.
Peneliti mengamati pola makan peserta melalui kuesioner yang tervalidasi, lalu mencatat kejadian asam urat yang didiagnosis oleh dokter. Hasilnya cukup mengejutkan yaitu individu yang mengonsumsi kedelai dalam jumlah lebih tinggi justru memiliki risiko lebih rendah terkena asam urat dibandingkan mereka yang jarang mengonsumsinya.
BACA JUGA:Manfaat Buah Mengkudu yang Didukung Penelitian Klinis: Menangkal Radikal Bebas hingga Menjaga Kesehatan Tubuh
Meta-Analisis: Gabungan 17 Studi
Temuan ini diperkuat oleh meta-analisis dan tinjauan sistematis yang dipublikasikan pada 2022 di jurnal Frontiers in Nutrition. Analisis tersebut menggabungkan 17 studi, termasuk uji klinis jangka panjang pada manusia.
Hasil utamanya menunjukkan bahwa produk olahan kedelai seperti tempe dan tahu tidak berkontribusi signifikan terhadap peningkatan kadar asam urat dalam darah. Memang, protein kedelai murni dapat meningkatkan kadar asam urat dalam jangka pendek, tetapi peningkatannya kurang dari 10% dan tidak dianggap bermakna secara klinis.
BACA JUGA:8 Manfaat Telur bagi Kesehatan Tubuh: Tingkatkan Imunitas, Jaga Otak hingga Bantu Menjaga Berat Badan Ideal
Mengapa Kedelai Tidak Memicu Asam Urat?
Meski kedelai mengandung purin, metabolisme purin dari sumber nabati ini berbeda dengan purin dari daging merah atau makanan laut. Beberapa faktor yang menjelaskan hal ini antara lain:
Fermentasi menurunkan purin: Proses pembuatan tempe mengubah struktur purin sehingga lebih sulit diubah menjadi asam urat.
Efek urikosurik: Kedelai dapat membantu meningkatkan pengeluaran asam urat melalui urin.
Kandungan isoflavon: Senyawa seperti genistein dan daidzein memiliki efek antioksidan dan diduga menghambat enzim xantin oksidase, yang berperan dalam produksi asam urat.
BACA JUGA:Waspada! Kekurangan Vitamin D Bisa Picu 7 Gangguan Kesehatan Serius
Aman untuk Penderita Asam Urat?
Berdasarkan bukti ilmiah yang ada, tempe dan produk kedelai lainnya umumnya aman dikonsumsi oleh penderita asam urat, selama dalam jumlah wajar, sekitar 1 hingga 2 porsi per hari.
Namun, tetap penting untuk memperhatikan faktor lain yang lebih berpengaruh terhadap kadar asam urat, seperti:
Konsumsi jeroan
Makanan laut tertentu (misalnya kerang dan udang)
Daging dalam jumlah berlebihan
Kurangnya asupan cairan
BACA JUGA:Wacana Kenaikan Iuran Menguat, Ini Rincian Terbaru Iuran BPJS Kesehatan per 3 Maret 2026
Bagi individu dengan kadar asam urat yang sangat tinggi (misalnya di atas 10 mg/dL), disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter guna menyesuaikan pola makan secara lebih spesifik.
Kekhawatiran bahwa tempe memicu asam urat tidak didukung oleh bukti ilmiah terkini. Sebaliknya, tempe merupakan sumber protein nabati berkualitas tinggi yang berpotensi memberikan manfaat bagi kesehatan, termasuk untuk jantung dan tulang.
Alih-alih dihindari, tempe justru dapat menjadi bagian dari pola makan sehat bahkan bagi penderita asam urat, selama dikonsumsi secara bijak dan seimbang. (*)