RASELNEWS.COM - Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis diesel mulai memberikan dampak nyata pada pasar otomotif, khususnya segmen mobil bekas bermesin diesel. Lonjakan harga ini tidak hanya memengaruhi biaya operasional kendaraan, tetapi juga mengubah perilaku konsumen dalam memilih mobil.
Di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar milik Pertamina, harga Dexlite kini mencapai sekitar Rp 26.000 per liter, sementara Pertamina Dex menyentuh Rp 27.900 per liter. Bahkan di SPBU swasta seperti BP AKR dan Vivo, harga solar nonsubsidi telah melampaui Rp 30.000 per liter. Kondisi ini membuat kepemilikan mobil diesel modern menjadi semakin mahal dalam hal penggunaan harian.
BACA JUGA:Mitsubishi Pajero Sport 2026 Makin Gagah, SUV Diesel Premium dengan Fitur Modern dan Tenaga Tangguh
Dampak tersebut mulai terasa di pasar mobil bekas, terutama pada segmen SUV ladder frame seperti Mitsubishi Pajero Sport dan Toyota Fortuner. Kedua model ini selama ini dikenal sebagai pilihan populer di kelasnya, namun kini menghadapi tantangan akibat meningkatnya biaya bahan bakar.
Menurut pelaku usaha mobil bekas, kenaikan harga BBM berkualitas tinggi berdampak langsung pada menurunnya minat beli, terutama untuk unit keluaran terbaru. Mobil diesel modern umumnya dirancang untuk menggunakan bahan bakar dengan standar tertentu, sehingga penggunaan solar berkualitas rendah dapat berisiko pada performa dan keawetan mesin.
BACA JUGA:Mobil Idaman Petani Sawit Pajero 2026 Hadir, Pertahankan Karakter SUV Tangguh untuk Segala Medan
Akibatnya, calon pembeli menjadi lebih selektif dan cenderung mempertimbangkan ulang keputusan mereka. Hal ini secara tidak langsung mempersempit pangsa pasar untuk kendaraan diesel tahun muda.
Meski demikian, harga jual di tingkat showroom belum mengalami penurunan signifikan. Para pedagang masih mempertahankan harga, namun mulai mengubah strategi bisnis. Banyak di antaranya memilih menahan pembelian stok baru untuk sementara waktu dan fokus menghabiskan unit yang sudah tersedia.
BACA JUGA:Mitsubishi Montero 2026 Resmi Bangkit, Siap Guncang Pasar SUV! Pesaing Berat Toyota Fortuner dan Pajero Sport
Situasi berbeda terlihat pada transaksi antar individu atau penjualan langsung dari pemilik. Dalam kondisi tertentu, terutama jika membutuhkan dana cepat, sebagian penjual mulai menyesuaikan harga agar kendaraan lebih cepat terjual. Namun, penurunan tersebut umumnya tidak besar dan bergantung pada urgensi masing-masing pemilik.
Secara keseluruhan, kenaikan harga solar telah menciptakan tekanan baru di pasar mobil bekas diesel. Meski belum memicu penurunan harga secara luas, perubahan pola permintaan dan strategi penjualan menjadi indikasi bahwa pasar tengah beradaptasi dengan kondisi baru. (*)