Bapenda Bengkulu Selatan Optimistis Target PAD 2026 Rp26,8 Miliar Tercapai

Bapenda Bengkulu Selatan Optimistis Target PAD 2026 Rp26,8 Miliar Tercapai

Bapenda Bengkulu Selatan Optimistis Target PAD 2026 Rp26,8 Miliar Tercapai-istimewa-dokumen

RASELNEWS.COM - Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Bengkulu Selatan menargetkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) tahun 2026 mencapai Rp26,8 miliar. Target tersebut diyakini dapat terealisasi hingga akhir tahun sebagai bagian dari upaya memperkuat kapasitas fiskal daerah.

Kepala Bapenda Bengkulu Selatan, Dr. E. Edwin Permana, MT, MM, menjelaskan bahwa penetapan target PAD dilakukan melalui proses kajian dan evaluasi yang komprehensif terhadap potensi pendapatan daerah. Penentuan angka tersebut juga mempertimbangkan tren realisasi PAD dalam beberapa tahun terakhir serta proyeksi pertumbuhan ekonomi daerah.

BACA JUGA:Petani Sawit Bengkulu Selatan Tersenyum, Harga TBS Tembus Rp2.900 per Kg Jelang Lebaran

Menurut Edwin, target pendapatan yang ditetapkan bukan sekadar angka, melainkan hasil perhitungan berdasarkan potensi riil dari berbagai sumber penerimaan daerah.

“Penetapan target ini didasarkan pada potensi yang terukur serta data yang telah dianalisis secara mendalam. Jadi bukan hanya target semata, tetapi merupakan hasil evaluasi dan perhitungan dari seluruh sumber pendapatan yang ada,” ujarnya.

BACA JUGA:Putra Asli Kedurang, Menteri Desa Yandri Susanto Sampaikan Ucapan HUT ke-77 Bengkulu Selatan

Ia menyebutkan sejumlah sektor masih menjadi penyumbang utama PAD, antara lain Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2), Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB), pajak restoran, pajak hotel, serta pajak penerangan jalan.

Selain itu, sektor retribusi daerah seperti pelayanan pasar dan perizinan tertentu juga dinilai memiliki potensi peningkatan yang cukup besar jika dikelola secara optimal.

BACA JUGA:Polda Bengkulu Fasilitasi Mediasi Sengketa Pekerja dan Perusahaan Sawit, Pesangon Rp36 Juta Dibayar

Untuk mendukung pencapaian target tersebut, Bapenda Bengkulu Selatan menyiapkan sejumlah langkah strategis. Di antaranya melakukan pemutakhiran basis data wajib pajak, memperkuat pengawasan, serta mendorong digitalisasi sistem pembayaran pajak daerah.

Menurut Edwin, penerapan sistem digital diharapkan dapat mempermudah masyarakat dalam melakukan pembayaran pajak sekaligus meningkatkan transparansi dan efisiensi pelayanan.

BACA JUGA:Polda Bengkulu Peringati Nuzulul Qur'an 1447 H, Kapolda Ajak Personel Perkuat Iman dan Profesionalisme

“Digitalisasi menjadi fokus kami agar pelayanan lebih efektif, mudah diakses masyarakat, serta mampu meminimalkan potensi kebocoran. Kami ingin menghadirkan sistem yang akuntabel dan transparan,” jelasnya.

Selain itu, Bapenda juga akan meningkatkan kegiatan sosialisasi kepada masyarakat dan pelaku usaha terkait kewajiban perpajakan daerah. Edukasi tersebut dinilai penting untuk membangun kesadaran bahwa pajak merupakan salah satu sumber utama pembiayaan pembangunan daerah.

BACA JUGA:Kapolda Bengkulu Buka Rakernis Propam 2026, Tekankan Penguatan Pengawasan dan Integritas Anggota Polri

Dengan berbagai strategi tersebut, Bapenda Bengkulu Selatan optimistis target PAD sebesar Rp26,8 miliar pada tahun 2026 dapat tercapai.

“Peningkatan pendapatan daerah diharapkan mampu memperkuat kemandirian fiskal sekaligus mendukung pembiayaan berbagai program pembangunan di daerah,” tutup Edwin. (*)

Sumber:

Berita Terkait