Gara-gara Kancing di Celana, Abu Nawas Dapat Banyak Duit dari Raja

Gara-gara Kancing di Celana, Abu Nawas Dapat Banyak Duit dari Raja

Gara-gara Kancing di Celana, Abu Nawas Dapat Banyak Duit dari Raja-istimewa-dokumen

“Ya Allah,” ucapnya berdoa, “Jika memang gadis itu adalah yang terbaik untukku, dekatkanlah ia denganku. Namun, jika memang menurut-Mu ia tak baik untukkku, kumohon ya Allah, pertimbangkanlah lagi.” Tak lupa, ia menyebutkan nama sang gadis dalam doanya.

Seperti memaksa Allah Swt, doa itu selalu diucapkan oleh Abu Nawas setelah selesai salat lima waktu tanpa henti. Bahkan, ketika masih belum ada tanda-tanda dari Allah Swt. selama berminggu-minggu sekalipun, doa itu terus saja diucapkannya.

Sang pujangga sangat yakin kalau Yang Maha Esa suatu hari pasti akan mengabulkan doanya.
Hingga akhirnya, tiga bulan pun berlalu. Abu Nawas merasa kalau doanya mungkin tak akan pernah terkabul. Ia pun berpikir keras dan mawas diri. “Apakah Allah tak mengabulkan doaku karena aku tidak berpasrah atas pilihan jodohku?” tanyanya dalam hati.

Setelah merenung selama beberapa saat, ia mencoba untuk mengubah doanya. Ia tetap meminta jodoh kepada Allah Swt, tapi kali ini ia mengubah kata-katanya. Dalam setiap doa yang ia ucapkan setelah salat lima waktu, ia tak lagi menyebutkan nama sang gadis cantik secara spesifik. Ia bahkan tak lagi memaksa Allah untuk mengabulkan doa tersebut.

BACA JUGA:7 Manfaat Minum Air Daun Kemangi di Pagi Hari! Begini Cara Meraciknya

“Ya Allah, berikanlah istri yang terbaik untukku,” ucapnya dalam salah satu doa. Sangat sederhana dan tidak memaksa.

Sama seperti sebelumnya, doa tersebut selalu diucapkan setiap selesai salat lima waktu. Sekali lagi, ia melakukan rutinitas itu selama berminggu-minggu.

Namun, tetap saja Abu Nawas tidak pernah bertemu dengan gadis pujaannya. Ia sampai bertanya-tanya kapankah Allah Swt mempertemukannya dengan wanita yang bersedia ia nikahi.

Kebingungannya itu semakin lama menjadi sebuah kekhawatiran. Bagaimana jika ternyata doanya tak lagi terkabul karena terlalu sederhana? Akhirnya Abu Nawas pun Kembali mencari akal agar doanya bisa segera terkabul.

Untungnya, Abu Nawas adalah seseorang yang cerdas dan tak mudah kehabisan akal. Ia langsung memikirkan cara agar bisa berdiplomasi dengan Allah Swt. Sekali lagi, ia mengubah doanya.

BACA JUGA:6 Manfaat Luar Biasa Gel Lidah Buaya untuk Kesehatan Kulit

“Ya Allah,” ucapnya setelah selesai salat lima waktu, “kali ini aku tidak meminta jodoh untuk diriku. Aku hanya meminta seorang gadis yang pantas dijadikan menantu ibuku, ya Allah. Ibuku yang sangat aku cintai itu sudah tua dan aku ingin membahagiakannya. Karena itu, berikanlah ia menantu yang baik dan solehah.”

“Sekali lagi, doa ini bukan untukku, ya Allah,” tutupnya seolah berusaha meyakinkan Sang Maha Mengetahui.
Memang ada-ada saja si Abu Nawas ini. Bisa-bisanya ia membawa-bawa nama ibunya di dalam doanya. Padahal Allah Maha Mengetahui dan tak bisa diakali. Sudah jelas kalau permintaannya itu untuk dirinya sendiri.

Namun, kali ini doa tersebut justru terkabulkan. Mungkin karena keikhlasan dan keluguan Abu Nawas, Allah Swt pun menakdirkan seorang wanita cantik dan salihah sebagai istrinya.

Sang pujangga merasa bahagia dan bersyukur karena bisa mempersunting wanita pujaannya. Kehidupan keluarga kecil itu pun berjalan sakinah, mawaddah, warahmah.

Sumber: dikutip dari berbagai sumber