Ini 5 Tanda Motor Matic Harus Masuk Bengkel Agar Tak Rusak Parah

Ini 5 Tanda Motor Matic Harus Masuk Bengkel Agar Tak Rusak Parah

Foto servis motor-istimewa-dokumen

RASELNEWS.COM - Performa sepeda motor matic yang menurun kerap kali tidak disadari oleh pengendara. 

Padahal, berbagai tanda sebenarnya sudah muncul sebagai peringatan awal bahwa kendaraan membutuhkan perawatan atau servis. 

BACA JUGA:Kawasaki KLX 150 2026 Resmi Rilis: Tampilan Makin Sangar, Fitur Kian Canggih

Jika diabaikan, kondisi tersebut tidak hanya membuat motor tidak nyaman digunakan, tetapi juga berpotensi menimbulkan kerusakan yang lebih parah dan biaya perbaikan yang lebih besar.

BACA JUGA:Yamaha Vixion R Jadi Primadona Baru? Intip Fitur Canggih & Harga Terbarunya

Ucok Ilham, salah seorang pengusaha bengkel, mengatakan masih banyak pemilik motor matic yang datang ke bengkel saat kondisi kendaraan sudah dalam keadaan rusak cukup berat. 

Menurutnya, kebiasaan menunda servis karena merasa motor masih bisa digunakan justru menjadi penyebab utama kerusakan merembet ke komponen lain.

BACA JUGA:Motor Listrik Segway N100 Meluncur, Tampil Modern dengan Teknologi Mutakhir

“Banyak pengendara yang baru servis saat motor sudah terasa tidak enak dipakai atau bahkan mogok. Padahal sebelumnya sudah ada tanda-tanda yang bisa dikenali, seperti tarikan berat, getaran, dan suara mesin yang berubah,” kata Ucok.

Ia menjelaskan, salah satu tanda paling umum motor matic perlu segera diservis adalah tarikan yang terasa lebih berat dari biasanya. 

BACA JUGA:Yamaha Luncurkan Motor Bebek Sporty Bermesin 155 CC, Exciter 155 Disebut Mirip Aerox

Kondisi ini biasanya disebabkan oleh komponen CVT yang mulai kotor atau aus, seperti roller, kampas ganda, dan v-belt. 

Jika tidak segera dibersihkan atau diganti, tarikan motor akan semakin menurun dan berisiko merusak komponen lain.

BACA JUGA:Bukan ZX-25R, Ini Motor 250cc Termahal Kawasaki, Intip Spesifikasinya

Selain itu, getaran berlebih saat motor mulai dijalankan juga menjadi indikator penting. 

Getaran yang muncul saat akselerasi umumnya menandakan adanya masalah pada bagian CVT atau kampas kopling yang sudah tidak rata. 

Jika dibiarkan, getaran tersebut akan semakin terasa dan mengganggu kenyamanan berkendara.

BACA JUGA:Yamaha MT-10 SP, Performa Gahar dan Teknologi Canggih, Siap Jadi Raja Sport Naked

Tanda lain yang sering diabaikan adalah munculnya suara kasar pada mesin. 

Menurut Ucok, suara berisik bisa berasal dari berbagai sumber, mulai dari oli mesin yang sudah lama tidak diganti hingga oli gardan yang mulai berkurang kualitasnya. 

Kondisi ini bisa menyebabkan gesekan antarkomponen semakin tinggi dan mempercepat keausan.

BACA JUGA:Honda Rilis Motor Listrik Keren, Cocok untuk Milenial, Harga Mulai Rp17 Jutaan

“Kalau sudah terdengar suara kasar atau bunyi dengung dari belakang, itu biasanya tanda oli gardan sudah waktunya diganti atau ada komponen yang perlu dicek. Jangan tunggu sampai rusak total,” jelasnya.

Motor yang tiba-tiba menjadi lebih boros bahan bakar juga patut diwaspadai. 

BACA JUGA:Suzuki Rilis Dua Motor Trail Anyar, Yamaha dan Kawasaki Perlu Waspada

Hal ini biasanya dipicu oleh filter udara yang kotor, busi yang mulai melemah, atau sistem pembakaran yang tidak lagi optimal. 

Akibatnya, konsumsi bensin meningkat meski penggunaan kendaraan tetap sama.

BACA JUGA:Bukan ZX-25R, Ini Motor 250cc Termahal Kawasaki, Intip Spesifikasinya

Ucok juga menyoroti kondisi starter yang mulai sulit sebagai tanda penting lainnya. 

Jika motor terasa susah dinyalakan, baik dengan starter elektrik maupun manual, kemungkinan aki sudah melemah atau busi perlu diganti. 

Jika dibiarkan, suatu saat motor bisa benar-benar tidak bisa dihidupkan.

BACA JUGA:2 Warna Baru New Yamaha WR155R 2026 Resmi Hadir, Harga Naik? Ini Detail Perubahannya

Menurutnya, perawatan rutin menjadi kunci utama agar motor matic tetap dalam kondisi prima.

Penggantian oli mesin sebaiknya dilakukan setiap 2.000 hingga 3.000 kilometer, sedangkan oli gardan sekitar 8.000 hingga 10.000 kilometer. 

BACA JUGA:Yamaha NMAX Turbo 2026 Resmi Meluncur, Lebih Irit dan Mampu Tempuh Hingga 310 Km Sekali Isi

Pembersihan CVT juga disarankan dilakukan secara berkala agar kotoran tidak menumpuk dan mengganggu kinerja sistem penggerak.

“Servis rutin itu penting, bukan cuma saat rusak. Dengan perawatan yang teratur, mesin lebih awet, tarikan tetap enak, dan biaya perbaikan bisa ditekan,” kata Ucok.

BACA JUGA:Yamaha Perkenalkan NMAX TECH MAX 2026

Ia menambahkan, motor matic yang dirawat dengan baik bisa digunakan dalam jangka waktu yang lama tanpa mengalami kerusakan besar. 

Sebaliknya, jika tanda-tanda awal kerusakan diabaikan, maka risiko kerusakan berat seperti putusnya v-belt, kerusakan CVT, hingga mesin jebol bisa saja terjadi.

Sumber:

Berita Terkait