Tawuran di Objek Wisata Laguna, Lima Warga Luka Bacok

Tawuran di Objek Wisata Laguna, Lima Warga Luka Bacok

KAUR - Objek wisata Pantai Laguna Kecamatan Nasal Kaur, Minggu (29/8) dini hari, terlihat mencekam. Bahkan lima pemuda yang berasal dari Desa Merpas dan Desa Tebing Rambutan, terpaksa dilarikan ke puskesmas terdekat setelah mengalami luka bacok.

Informasi yang didapat, peristiwa sekitar pukul 04.05 WIB, Minggu (29/8), bermula ketika seorang pemuda berinisia Ar (23), warga Desa Merpas Kecamatan Nasal bersama sejumlah rekannya jalan-jalan di Pantai Laguna. Namun saat dalam perjalanan itu, mereka dihadang oleh seorang pemuda Desa Tebing Rambutan Kecamatan Nasal berinisial Fe (20), yang juga bersama rekan-rekannya.

Sempat terjadi ribut mulut antara Ar dan Fe. Sesaat kemudian, perkelahian antara kedua kelompok tak terelakan. Kejadian sempat dilerai masyarakat sekitar. Tetapi keributan itu tak berhenti. Sekira pukul 04.30 WIB, Ar yang mengalami luka bacok pulang ke rumah orang tuanya. Melihat kondisi putranya, ayah Ar berinsial Ra, tak terima begitu saja.

Ia pun mendatangi Pantai Laguna dengan membawa sebilah golok. Kepergian Ra ternyata disusul putranya, saudara Ar berinisial AS. Ketika bertemu, bentrok kembali terjadi. “Kita sudah datangi TKP menenangkan kedua kelompok. Sebagian sudah menjalani perawatan di Puskesmas Nasal," kata Kapolres Kaur AKBP Dwi Agung Setyono, S.IK, MH disampaikan Kapolsek Nasal Iptu Danang SH Minggu (29/8) pagi.

Disampaikan Kapolsek, korban cidera ada lima orang. Tiga di antaranya merupakan warga Desa Merpas. Yakni Arbiyando (23), mengalami luka bacok di bagian kepala 8 jahitan, Alan Saputra (18), luka bacok tangan sebelah kiri lima jahitan dan luka di kepala kiri satu jahitan, serta Miko Yusirwan (23), luka bacok di kepala tiga jahitan dan lebam di kening.

Sementara dua korban lainnya, merupakan warga Desa Tebing Rambutan, yakni Ferizon (20), luka terbuka di bagian pergelangan tangan dan jari-jari tangan kanan, serta Ferdi Firmansyah (18), luka terbuka di lengan tangan kiri dan kanan serta luka lecet di belakang.

Untuk mencegah peristiwa lanjutan, Kapolsek langsung berupaya melakukan pertemuan dengan para tokoh masyarakat. Kapolsek mengajak masyarakat agar dapat saling menahan diri dan tidak mudah terprovokasi oleh situasi yg ada.

"Peristiwa ini sudah dilaporkan ke Polsek Nasal dan saat ini sedang dilakukan pemeriksaan lebih lanjut," ujar Kapolsek. Dia menegaskan situasi masih termonitor dalam keadaan aman dan terkendali.

Tidak ada upaya pergerakan pembalasan baik dari masyarakat Desa Merpas maupun Desa Tebing Rambutan. “Salah satu dari mereka, berinisial Ra, telah diamankan di Polsek Nasal. Sedangkan yang lain akan menyusul untuk dilakukan pemeriksaan,” tegas Kapolsek. (jul)

Sumber: